Meme-meme Lucu Sidang Setya Novanto

Jakarta, Obsessionnews – Kesaksian Ketua DPR Setya Novanto dalam sidang Majelis Kehormatan Dewan (MKD) yang tertutup di Gedung DPR, Senin (7/12/2015), membuat publik marah. Politisi Partai Golkar itu dihadirkan sebagai saksi terkait dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam permintaan saham dan perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia. (Baca juga: Wow! #MKDBobrok Jadi Juara ‘Trending Topic’ Sedunia) Netizen melampiaskan kekesalannya dengan memposting meme-meme lucu di media social twitter. Akun @rommy1712 memposting foto Setya Novanto bersama Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Wakil Ketua DPR Fachri Hamzah yang sedang berjoget. “Sudah tahu #MKDBobrok, Trio Sepaham tetap gembira,” kicau akun @rommy1712. (Baca Juga: Hendrajit: Freeport Berhasil Adu Domba Pemerintah dan DPR) Fadli Zon adalah politisi Partai Gerindra, sedangkan Fachri Hamzah politisi PKS. Mereka selama ini kompak membela Setya Novanto. Fadli dan Fachri membantah Setya mencatut nama Jokowi dan Jusuf Kalla untuk minta saham pada Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Netizen lain yang berakun @TrioMacan_2000 yang juga kesal terhadap Setya Novanto dan DPR ‘mengadu’ kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam meme ini terjadi ‘percakapan’ antara warga Indonesia dengan Putin melalui telepon sebagai berikut: “Mr. Putin….” “Ya?” “Boleh rudalnya Rusia buat Turki dirubah koordinatnya sedikit?” “Ke mana?” “Senayan…..” Senayan adalah sebutan populer Gedung DPR yang berlokasi di Senayan, Jakarta Pusat. Sementara itu akun @blontankpoer berkicau,”Pelajar SD yang pintar..... jauh lebih cerdas dibanding anggota #MKDbobrok :) *nemu di fesbuk*.” Akun @blontankpoer memposting meme seorang guru SD yang sedang mengajar di kelas. Ibu guru yang berkaca mata itu bertanya kepada murid-muridnya,”Anak-anak…Kalau semisal ada pesawat boing 747 yang menabrak gunung dan penumpangnya adalah semua anggota DPR, berapa orang yang selamat?” Serentak murid-murid menjawab,”260 juta rakyat Indonesia, Bu…” (arh)





























