Ketua Dewan Syuro PKB Kiai Aziz Mansur Wafat

Ketua Dewan Syuro PKB Kiai Aziz Mansur Wafat
Surabaya, Obsessionnews - Kiai Aziz Mansur, Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tutup di usia 73 tahun. Sebelumnya, kiai menjalani perawatan medis di Graha Amerta RSU dr Soetomo Surabaya, Jawa Timur. Tepat pukul 00.10 wib, Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyatunnasy'in Pacol Gowang, Jombang, Jawa Timur menghela nafas terakhir. Sejak Selasa dinihari, hingga pukul 12.30 wib, jenazah KH Aziz Mansur disholati oleh ribuan santri dan pelayat secara bergantian di masjid area pondok. Setelah itu, teriak histeris tatkala jenazah dibawa ke rumah duka untuk pesemayaman terakhir dengan keluarga besar. Penjagaanpun mulai diperketat, ribuan santri berebut memondong kereta jenazah. [caption id="attachment_80566" align="aligncenter" width="640"]Aziz Mansur wafat0 Muhaimin Iskandar.[/caption] Selanjutnya, pukul 13.00 wib, jenazah dibawa ke komplek makam keluarga yang berjarak 500 meter dari rumah duka. Ribuan orang berebut memondong kereta jenazah bergerak menuju makam. "AllahuAkbar..Laillahaillah....," teriakan ribuan rpelayat mengiringi kereta jenazah, Selasa (8/12/2015). Aziz Mansur wafat2 Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, mengatakan, sosok Kiai Aziz Mansur selama mengabdikan sebagai Ketua Dewan Syuro PKB mempunyai peran yang cukup besar. Politik Rahmatan Lilalamin sudah membesarkan PKB di Pemilu sejak 1999 lalu. " Beliau sudah mengajarkan banyak hal untuk bangsa ini, sumbangsih pemikiran dengan membawa ajaran Politik Rahmatan Lilalamin," ujarnya usai melakukan sholat jenazah, Rabu (8/12/2015). Aziz Mansur wafat3 Sementara, Ketua Garda Bangsa Jawa Timur, Kabil Mubarrok, mengatakan, PKB dan Indonesia telah kehilangan tokoh yang bisa mengayomi segala perbedaan. Terlebih, pikiran - pikiran yang membangun motivasi pemuda dalam berperan dalam demokrasi. "Politisi muda termotivasi atas arahan beliau," terangnya. Aziz Mansur wafat4 Lain halnya dialami Haris, salah satu santri Kiai Aziz Mansur yang mengaku sempat berdialog dengan sosok ahli ilmu fiqih tersebut. " Kiai dawuh, ora usah digowo nang rumah sakit disek, menawi isuk ora kuat ya pasrah (kiai bilang, tidak usah dibawa ke rumah sakit, kalo pagi tidak kuat berarti saya pasrah,red)," jelas Haris. (Rudianto)