SN Sebaiknya Mundur Tanpa Harus Tunggu Hasil MKD

SN Sebaiknya Mundur Tanpa Harus Tunggu Hasil MKD
Bandung, Obsessionnews - Tindakan Ketua DPR RI Setya Novianto (SN) dinilai tidak patut melakukan perbuatan yang selama ini menghebohkan soal pencatutan nama Presiden dalam pertemuan dengan pimpinan PT Freport Indonesia, sehingga sebaiknya mengundurkan diri saat ini juga. Demikian disampaikan mantan Ketua DPRD Jawa Barat dan Anggota DPR RI 2004-2009 Eka Santosa di kediamannya, Pasir Impun, Bandung, Sabtu (5/12/2015). "Kita semua punya komitmen untuk memberantas KKN, namun realisasinya yang terjadi di MKD betapa menggelikan dilihat oleh masyarakat, ada anggota DPR yang melindungi dan ada pula yang mencaci maki," tegasnya. Menurutnya, sangat jelas apa yang disampaikan oleh Menteri ESDM Sudirman Said ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) kemudian dibahas sangat jelas ada nilai yang berdimensi nepotisme dalam ketidakpatutan yang dilakukan oleh seorang penyelenggara negara. "Ini sebenarnya perjalanan lama diantara mereka dan saya setuju dengan pernyataan Rizal Ramli dengan menyampaikan ungkapan lihat saja nanti," ujar Eka. [caption id="attachment_79672" align="aligncenter" width="559"]Eka SantosaEka Santosa[/caption] Menurut Eka, negara kita ini yang kaya akan sumber daya alam dibuat 'permainan' oleh mereka juga. Persoalannya lanjut Eka, adalah bukan siapa yang harus dibela, namun apabila DPR nya seperti para wakilnya tidak mampu menjalankan sumpah jabatan, program strategis berupa menjauhkan diri dari KKN, ya sebaiknya mereka juga harus mengundurkan diri. Ia mengingatkan, kalau pejabat di luar negeri terlibat kasus seperti yang dialami Setya Novanto sekarang pasti dengan sukarela mengundurkan diri dari jabatannya. Bahkan, kalau pejabat di Jepang akan lakukan bunuh diri karena punya rasa malu. "SN jangan menunggu keputusan MKD, sebaiknya sejak sekarang mengundurkan diri, begitupun pejabat lain yang terkait!" serunya. "Semua sudah tahu siapa beliau (SN) yang sudah berjalan sejak orde baru dan sebagai aktor penting kekuatan ekonomi yang kemudian memerankan diri dalam kekuatan politik di internal Golkar," tegas Eka. Ia meyakini kalau di gedung Senayan masih ada orang yang memiliki semangat menegakkan kebenaran untuk menjaga citra negara, namun disisi lain juga ada semacam kalimat dengan memutar-mutar kalimat. "Itu sangat memuakkan bagi rakyat dan menjengkelkan, jangan menunggu MKD kalau memang merasa berbuat ya sudah mengundurkan diri saja," tandasnya. Eka yang kini menggulirkan Gerakan Hejo untuk jabar menilai Energi pemerintah saat ini habis untuk mengurusi hal tersebut sementara urusan ketahanan pangan, pemeliharaan lingkungan dan mensejahterakan rakyat tidak terurus. (Dudy Supriyadi)