Perajin Kopi Lampung Didorong Berkoperasi

Perajin Kopi Lampung Didorong Berkoperasi
Lampung, Obsessionnews - Deputi Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari mengapresiasi berkembangnya perajin (industri rumahan) kopi Lampung yang sudah mulai diminati pasar ekspor. Pernyataan itu disampaikan Choirul saat meninjau lokasi salah satu perajin kopi murni bernama Didi Harry Libriantho, yang sudah memiliki brand "DE Lampoeng Coffee" di wilayah Provinsi Lampung. "Saya melihat potensi kopi murni atau kopi robusta asal Lampung begitu diminati," ujar Choirul melalui siaran persnya, Jumat (4/12/2015). Ia berharap para perajin (industri rumahan) kopi Lampung yang sudah tergabung dalam satu wadah asosiasi untuk segera mengurus pendirian koperasi, agar bisa mendapatkan bantuan program pemerintah. "Bila para perajin itu mendirikan koperasi, maka Kementrian Koperasi dan UKM bisa melakukan bantuan program penguatan kelembagaan koperasi, hingga bantuan program untuk pembiayaan ekspor," katanya. Dalam kesempatan itu, Choirul juga meminta pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Koperasi dan UKM meningkatkan program bagi pengembangan kualitas produk dan kemasan dari kopi yang dihasilkan para perajin kopi di Lampung. "Karena, untuk menghasilkan produk kopi berkualitas ekspor harus mengandung soltasi yang agak banyak. Dimana kopi tersebut bisa diuji higienitasnya, organik atau tidak‎, hingga pada uji kelayakan pasar," ucap dia. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prihartono berjanji akan membantu pengembangan perajin kopi baru sebatas dari sisi pemasaran. Salah satu caranya dengan sering mengikutsertakan mereka di pameran-pameran di seluruh Indonesia. "‎Sementara dari sisi peningkatan kualitas produk dan kemasan kopinya serta petani kopinya dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Dinas Perkebunan," ujarnya. Meski begitu, lanjut Prihartono, pihaknya memang tengah mendorong produk kopi asal Lampung untuk mampu menembus pasar internasional. Sayangnya, hingga kini, kopi asal Lampung masih diekspor dalam bentuk bahan baku, yaitu biji kopi. "Contohnya, ada permintaan dari industri kopi Australia untuk biji kopi dari Lampung untuk diolah disana menjadi kopi siap saji. Sementara di sisi lain, kami berharap bahwa ekspor kopi dari Lampung itu sudah dalam bentuk siap saji," ungkap Prihartono. (Has)