Maroef Mengaku yang Bertemu Tiga Orang

Jakarta, Obsessionnews - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin menegaskan hanya ada tiga orang dalam rekaman percakapan antara dirinya dengan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak Riza Chalid. Maroef menegaskan itu, setelah ia mendapat pertanyaan dari Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dari Fraksi Gerindra Sufmi Dasco yang mencurigai ada empat orang dalam rekaman percakapan yang telah dilaporkan ke Menteri ESDM Sudirman Said. "Berdasarkan kajian tenaga ahli kami, suara di rekaman itu ada empat orang apa betul?" tanya Dasco di ruang sidang MKD, Kamis (3/12/2015). Dasco mengambil contoh percakapan Riza dan Setya Novanto dalam poin ini: MR: Pak, kalau gua, gua bakal ngomong ke Pak Luhut janganlah ambil 20%, ambillah 11% kasihlah Pak JK 9%. Harus adil, kalau enggak ribut. SN: Iya. Jadi kalau pembicaraannya Pak Luhut di San Diago, dengan Jim Bob, empat tahun lalu. Itu, dari 30 persen itu, dia memang di sini 10 %. 10 persen dibayar pakai deviden. Jadi dipinjemin tapi dibayar tunai pakai deviden. Caranya gitu, sehingga menggangu konstalasi ini. Begitu dengar adanya istana cawe-cawe, presiden nggak suka, Pak Luhut ganti dikerjain. Menurut Dasco, dalam percakapan dengan tanda 'SN' obrolan itu tidak hanya dilakukan oleh satu orang tapi, pihak lain yang ikut menyahut. Namun, Maoref kembali menegaskan dalam pertemuan itu hanya ada tiga orang. "Tidak ada yang mulia, hanya tiga orang," jawab Maroef. Sementara itu, Wakil Ketua MKD dari Fraksi Golkar Kahar Muzakir menanyakan apakah pertemuan itu bersifat formal atau hanya obrolan biasa. Maroef kemudian menjawab itu adalah pertemuan biasa bukan formal. "Pertemuan biasa," singkatnya. Menurut Kahar, karena itu bertemuan biasa, maka ia anggap isi pembicaraan itu biasa. "Catat ya ini, itu hanya pertemuan biasa, biasa. Jadi pertanyaan saya cukup," desaknya memaksa. (Albar)





























