Namanya Disebut 66 Kali di Rekaman, Luhut Siap Buka-bukaan

Namanya Disebut 66 Kali di Rekaman, Luhut Siap Buka-bukaan
Jakarta, Obsessionnews - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan siap bersaksi di persidangan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI. Luhut mengaku sudah mendapat restu dari Presiden Jokowi. "Saya belum tahu, kalau kalau dipanggil besok (tapi) saya sudah lapor presiden. Saya dipanggil, saya akan datang," ujar Luhut di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (3/12/2015). Dalam rekaman percakapan "papa minta saham" antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusah Riza Chalid dan Presiden Direktut PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, nama Luhut termasuk yang paling banyak disebut. "Tunggu saja kalau saya dipanggil, saya akan cerita semua," tantang Luhut. Jenderal Purnawirawan TNI itu mengukapkan bahwa pencatutan nama dirinya seringkali dilakukan untuk kepentingan lain-lain. Sehingga di tak mau ambil pusing dengan rekaman yang menyebutkan namanya. "Nama saya dibikin berkali-kali. Di luar pun nama saya berulangkali di sebut, karena orang beken," kata Luhut dengan nada canda. [caption id="attachment_79258" align="aligncenter" width="640"]Akbar Faisal dlm sidang MKDSidang Majelis Kehormatan Dewan.[/caption] Anggota MKD dari Fraksi Partai Nasdem Akbar Faisal menegaskan, Luhut Panjaitan perlu dipanggil sidang MKD karena nama Menkopolhukam itu disebut 66 kali dalam rekaman percakapan antara Setya Novanto, Riza Chalid dan Maroef Sjamsoeddin, yang kemudian menjadi bukti laporan Sudirman Said ke MKD. Menurut Akbar, pemanggilan terhadap Luhut untuk mengetahui seberapa jauh peran dan mengapa namanya bisa disebut-sebut dalam perbincangan, untuk memuluskan perpanjangan kontrak karya PT Freeport. "Kenapa penting menghadirkan Luhut, karena sebanyak 66 kali namanya disebut. Jadi, kita ingin dalami apa sebenarnya perannya. Karena alur percakapan rekaman itu seakan Setya Novanto dan Riza Chalid memberi jaminan kepada nama beliau (Luhut)," tandas Akbar. (Has/Ars)