Dirjen Pajak Mundur Resiko Gagal Target Pajak

Jakarta, Obsessionnews - Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan mundurnya Sigit Pramudito dari kepemimpinan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Sebab ini, merupakan peristiwa langka ada pejabat memilih mundur karena alasan target kinerja tidak tercapai. Dengan target pajak lebih dari Rp 1.200 triliun yang jauh dari kata tercapai, meski tiap petugasnya mendapat insentif. Dan ini, terlalu tinggi patokannya. Menurut Sugiyono, peneliti INDEF, perolehan pajak saat ini memang semakin sulit saat APBN mematok kenaikan Rp 100 juta per tahun. "Insentif gaji yang lebih tinggi artinya kinerja musti lebih tinggi, yang artinya kini instrumen itu tidak efektif dijadikan alat untuk memenuhi target pajak," jelas Sugiyono kepada obsessionnews.com lewat pesan singkat, Rabu (2/12). Tingginya target pajak yang dipatok pemerintah, memang pernah dikritisi Darmin Nasution saat belum menjabat Menteri Koordinator Perekonomian. Dia bilang, itu sulit dicapai. Pada 2008, target pajak yang tinggi memang pernah dicapai dengan metode pengampunan pajak yang saat itu pertama kali digagas Darmin. Sekarang, strategi itu gagal diulang. "Artinya, Sigit gagal menggerakkan Ditjen Pajak untuk mendapat dukungan pembayaran pajak dari para objek terbesar di negara ini. Yang walaupun tidak jadi krisis, pelemahan pertumbuhan ekonomi seharusnya angka 85 persen dari target pajak semestinya masih dapat tercapai," jelas Sugiyono. (Mahbub Junaidi)





























