Desakan Setya Novanto Mundur Sudah Jadi Buah Bibir

Desakan Setya Novanto Mundur Sudah Jadi Buah Bibir
Jakarta, Obsessionnews - Kasus dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto terus menjadi perbincangan ramai berbagai kalangan. Bahkan, publik sudah banyak yang menginginkan agar ‎Setya Novanto mundur dari jabatannya lantaran dianggap tidak beretika. Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul‎ mengatakan, desakan Setya Novanto mundur kini sudah menjadi buah bibir masyarakat. Karena itu, ia merasa malu bila Setya Novanto kebal secara moral, dengan tetap merasa dirinya tidak bersalah secara etika. ‎ "Saya malau lihat lembaga negara ini (DPR).  Lihat lembaga negara (lainnya) lembaga Kepresidenan, lembaga negara KPK, BPK yang semua tidak pernah menjadi buah bibir rakyat karena mereka bekerja dengan baik dan untuk Novanto harus ingat. Ada fungsi yg kita lakukan, legislasi, budgeting dan pengawasan. Itu yang saya minta mundur (telah menjadi buah bibir)," kata Ruhut di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/12/2015). Anggota Komisi III DPR ini pun mendukung langkah MKD yang memutuskan kasus dugaan pelanggaran etik Setya Novanto dilanjutkan ke persidangan dan diusut secara tuntas. Ia menyayangkan adanya penolakan dari anggota MKD yang baru dari Fraksi Golkar hingga menggebrak meja yang masih mempersoalkan legal standing laporan Menteri ESDM Sudirman Said. ‎"Jadi jangan lagi gebrak-gebark meja kayak kemarin pengganti dari Golkar itu. Ya aku tegas mengatakan, sudah deh kalian mau pakai apa ini sudah terbuka dan tetap ini harus dilanjutkan. Sudahlah jalan saja cepat MKD ini, kalau enggak nanti makin karam‎ (DPR). Jangan pasukan cadangan yang baru ini ingin menghapuskan hasil rapat MKD 24 November kemarin," ujar Ruhut. Ruhut menegaskan, Demokrat anggotanya di MKD tidak pernah mempermasalahkan legal standing pelaporan dugaan kasus etik Setya Novanto. Dia menambahkan, meskipun Golkar gonta-ganti pasukannya di MKD hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap jalannya proses kasus Setya Novanto. "Mau Golkar mengganti jagoan-jagoannya tidak ada urusan.‎ Ingat kami (Demokrat) tidak pernah bicara soal legal standing macam-macam soal hukum, itu Ruhut pakarnya. Tapi demokrat tegas. Walapupun saya yg minta pertama novanto mundur, saya yang pertama tapi bukan masalah itu. Aku bicara suruh dia mundur hanya kaitan dia sama dengan aku anggota DPR. Dia harus menjaga nama baik lembaga negara yang namanya DPR," tandas Ruhut. (Albar)