PSK Sunan Kuning akan Bagi Ratusan Kondom

Semarang, Obsessionnews - Memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh tiap tanggal 1 Desember, sejumlah pekerja seks komersial (PSK) Lokalisasi Sunan Kuning Semarang bakal menggelar renungan bersama sekaligus membagi ratusan kondom gratis di Bundaran Tugu Muda, Kamis (3/12/2015) besok. Wakil Ketua Resosialisasi Argorejo, Iswanto mengatakan, sedikitnya 150-200 PSK penghuni dikumpulkan untuk diberi pembinaan atas potensi bahaya virus mematikan HIV AIDS. "Untuk memperingati Hari AIDS kita hari ini lakukan pembinaan bagi semua anak asuh yang ada di sini," kata Iswanto, Senin (30/11/2015). Iswanto menjelaskan, pembinaan dilakukan khususnya bagi pekerja seks freelance atau tidak tetap, yang sering keluar masuk Resos. Rencananya, peringatan Hari Aids akan bekerja sama aktivis HIV/Aids Lentera ASA dan Griya ASA. "Hari ini yang ikut 150-200 PSK dari total 540 orang. Kita datangkan penyuluh dari Dinsospora dan Dinkes untuk cek kesehatan," terang dia. Terdapat tiga tahap pembinaan bagi 540 pekerja seks yakni Senin, Selasa dan Kamis. Pada hari Kamis, puncak peringatan Hari AIDS Sedunia bakal dimeriahkan dengan renungan bersama yang diikuti semua warga Sunan Kuning. Pembagian kondom gratis juga diadakan untuk pengguna jalan yang lewat. Pihaknya mengakui tingkat kesadaran PSK saat ini lebih baik dari sebelumnya. Para tunasusila sudah banyak yang memahami perihal penularan penyakit IMS dan telah menghindari HIV/AIDS. "Kita sekarang mewajibkan di tiap kamar wisma minimal ada kondom 20 buah untuk dipakai setiap minggu," tandasnya. Sementara itu, seorang pekerja seks yang tak mau disebut namanya merasa senang atas peringatan Hari AIDS tahun ini. Ia baru tinggal setahun terakhir di Sunan Kuning setelah sebelumnya menjajakan kemolekan tubuhnya di jalanan. "Senang juga bisa tahu seluk beluk penanggulangan penyakit HIV/AIDS di sini," bebernya. Terpisah, Kepala Klinik Griya ASA, Dwi Yoga Yulianto menjelaskan sepanjang tahun ini penyebaran virus HIV/AIDS sepanjang tahun ini di lokalisasi Sunan Kuning mampu ditekan melalui berbagai program penyuluhan kesehatan. Dia mencatat, jelang tutup tahun 2015, pihaknya telah mendampingi 30 pasien ODHA yang terjangkit virus mematikan tersebut. (Yusuf IH)





























