Setelah 'Papa Minta Saham' Kini Minta Kasur Mewah

Setelah 'Papa Minta Saham' Kini Minta Kasur Mewah
Jakarta, Obsessionnews - Di tengah kelesuan ekonomi hingga berimbas pada anjloknya daya beli masyarakat kebanyakan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI ngotot ingin tidur di kasur empuk nan mewah. Lelang pengadaannya pun sudah tuntas dan segera direalisasikan. Meski sudah mendapat kritik keras, pengadaan kasur mewah untuk tiap rumah dinas anggota dewan tetap berjalan. Bahkan prosesnya pun diduga berpotensi merugikan negara. Dari data yang disuguhkan CBA (Center For Budget Analysis), potensi kerugian untuk pembelian kasur mencapai Rp 306.178.420. Sedangkan permintaan penggantian conference system ruang rapat paripurna gedung Nusantara II sebesar Rp. 7.679.337.000. Total kerugian sebanyak Rp.7.985.515.420. Pemenang lelang penggantian conference system ruang rapat paripurna di Gedung Nusantara II adalah PT. Lusavindra Jayamadya yang beralamat di Komplek Duta Harapan Indah Blok H nomor 40, Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara dengan nilai sebesar  Rp.32.769.337.000. Meski harga tersebut terlalu tinggi bahkan ada perusahaan yang menawarkan harga lebih rendah yakni PT Pegasus Nusantara Jaya Abadi sebesar Rp.25.090.000.000, tetap saja PT. Lusavindra Jayamadya lolos sebagai pemenang tender. Akibatnya, ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp.7.679.337.000. Sementara itu, pengadaan kasur mewah bagi rumah dinas anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, mencapai Rp.10.055.904.000. Proses lelang tender pun dimenangkan Heros Jaya International yang beralamat di Jalan Musi nomor 6, Cideng, Gambir, Jakarta dengan total nilai sebesar Rp.7.340.377.000. Meski ada yang berani memberi dengan harga lebih rendah yakni PT. Elite Permai Metal Works sebesar Rp.7.162.061.000, tetap dikalahkan sehingga potensi kerugian negara mencapai Rp.178.316.000. Selanjutnya, pengadaan spring bed rumah jabatan anggota DPR Ulujami, Jakarta Selatan sebesar Rp. 810.782.000, dimenangkan Airlangga Mitra Utama yang beralamat di Jalan Anggrek Garuda Raya nomor 3-4 Palmerah, Jakarta dengan nilai Rp.749.888.000. Harga pemenang lelang ini menurut data CBA terlalu tinggi. Meski ada perusahaan yang melakukan penawaran lebih rendah dan murah yakni CV. Swadaya dengan nilai Rp.627.635.580, dikalahkan panitia tender sehingga ada potensi kerugian negara sebesar Rp.122.252.420. Sementara itu, pengadaan spring bed Wisma Griya Sabha sebesar Rp.1.300.147.000. Dan lelang ini dimenangkan PT. Cilla Benaya Prima yang beralamat di Jalan P. Komarudin nomor 13 Pulo Gadung, Cakung, Jakarta Timur, dengan nilai sebesar Rp.1.199.110.000. Sebetulnya, harga pemenang lelang ini terlalu tinggi dan mahal. Meski ada perusahaan yang menawarkan harga rendah yakni CV. Swadaya  sebesar Rp.1.193.500.000, panitia lelang mengalahkannya sehingga ditemukan potensi kerugian negara sebesar Rp.5.610.000. Akhirnya, dari temuan tersebut, Direktur CBA Ucok Sky Khadafi mendesak agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera turun tangan guna menggelar penyelidikan. "Segera panggil saja Sekjend DPR ke KPK," kata Ucok kepada obsessionnews.com melalui pesan singkat, Jumat (27/11). (Mahbub Junaidi)