Ribut-ribut Saham Freeport: Ada yang Mau Jual Mahal

Oleh : Salamuddin Daeng (AEPI Jakarta) Freeport memang perusahaan besar, namun utangnya juga segunung, di tengah merosotnya harga hasil tambang harga saham Freeport ikut ambruk. Saham Freeport adalah saham yang murah, dibandingkan perusahaan multinasional AS lainnya. Belum lagi tahun 2014 Freeport Internasional dinyatakan merugi. Baik karena faktor utang besar, juga karena faktor jatuhnya harga bahan tambang. Tahun 2014 Freeport Internasional merugi mencapai 1,3 miliar dolar lebih. Kerugian Freeport tampaknya akan berlanjut pada tahun 2015 ini. Tentu saja kerugian ini akan berdampak pada rating utang perusahaan dan akan menyebabkan harga sahamnya kian merosot. Tahun ini perusahaan akan mengalami pendarahan keuangan. Namun Anehnya di Indonesia, Freeport menampakkan diri sebagai ‘gadis cantik’ yang menarik hati dan menjadi rebutan. Dibuat lah skenario bahwa elite politik Indonesia yang memang tidak punya malu berebut saham Freeport. Melalui marketing-nya Menteri ESDM Sudirman Said, Freeport menampilkan diri sebagai rebutan. Padahal, perusahaan ini sudah tua renta dan tidak produktif lagi. Perusahaan tambang ini mau jual mahal, padahal sudah tidak laku. Presiden, Wapres, Luhut, Setya Novanto apa mau beli?! (*)





























