Jokowi Optimis Hadapi Era Persaingan

Jakarta, Obsessionnews - Memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tidak perlu membuat kita takut sebelum bersaing. Persaingan ibarat sebuah peperangan, maka untuk memenangkannya harus disiapkan dulu amunisinya. Demikian penekanan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada KOMPAS 100 CEO Forum di JCC, Jakarta, Kamis (26/11/2015). "Itu angka yang menurut saya masih baik dibanding negara lain. Inflasi kalau kita lihat tahun kemarin 8,2 persen, tahun ini perkiraan kita masih di antara 3,5-3,8 persen,” kata Presiden Jokowi. Jokowi mengatakan bahwa hingga bulan November inflasi di bawah 3,5 persen mungkin hingga akhir tahun bisa di bawah 3 persen. Artinya pengendalian inflasi berhasil. Dari 8,2 persen anjlok jadi kurang lebih 3 persen. Pemerintah juga terus membangun infrastruktur, seperti jalan tol, kereta api, dan tol laut. Upaya lain yang perlu diwujudkan adalah konektifitas lintas pulau dan intra pulau. Upaya-upaya ini dilakukan agar dapat menekan biaya logistik menjadi murah yang tentunya akan menekan harga barang menjadi lebih rendah. "Kalau tidak, ya biaya yang ada akan seperti sekarang," ujar Presiden. Presiden menjelaskan bahwa Indonesia harus mulai mengekspor barang jadi. Sebaliknya tidak bisa lagi mengekspor kakao mentah, CPO, aluminium, bauksit, sehingga Indonesia harus memulai hilirisasi dan industrialisasi. "Harus diberi nilai tambah di dalam negeri akan mendapat nilai yang berlipat-lipat," ujarnya. Jokowi menggarisbawahi bahwa upaya meletakkan fondasi terus dilakukan. Pemerintah telah mengeluarkan enam Paket Kebijakan Ekonomi. Banyak regulasi, kata Presiden, yang justru menyulitkan, sehingga paket deregulasi harus kita lakukan terus. "Sekali lagi jangan takut berkompetisi. Kepala negara lain bisik-bisik, mereka takut sama kita. Mereka takut produk Indonesia masuk negaranya," ucap Jokowi. (Has)





























