Setelah Reshuffle, Perekonomian Membaik

Jakarta, Obsessionnews - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Rizal Ramli menegaskan, setelah Presiden Jokowi melakukan reshuffle, ternyata kondisi perekonomian Indonesia semakin membaik. Meski kegaduhan politik di kabinet Jokowi tetap saja terjadi, menurutnya, hal itu wajar. "Begitu ada reshuffle, kelihatan ada inisiatif leadership. Bahwa gaduh-gaduh sedikit itu bagus. Agustus lalu Pak Jokowi sendiri memilih kembali menteri, pertumbuhan positif. Ekonomi Indonesia tadinya merosot terus. Sekarang sudah melewati dasarnya dan kita tinggal lanjutkan," tandas Rizal Ramli dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Rabu (25/11/2015). Menurut Rizal, kegaduhan seperti saat ini memang diperlukan. Hal ini, jelas dia, supaya 'tikus' yang menggerogoti pemerintahan bisa kabur dan tidak melakukan hal yang merugikan negara. "Kalau di sawah ada tikusnya, kita harus bikin gaduh supaya tikusnya kabur, supaya panennya bagus, itu namanya gaduh putih," ungkapnya. Rizal menuturkan, yang tidak boleh adalah kegaduhan dalam mencari keuntungan diri sendiri dan golongan. "Gaduh seperti itu yang tidak di perbolehkan. Tetapi jika gaduh untuk membersihkan pemerintah dari orang-orang yang tidak bersih, yang disebut gaduh putih, bisa dilakukan," paparnya. "Ada juga gaduh hitam, nah gaduh semacam ini lebih ke arah rebutan jabatan, rebutan KKN (korupsi kolusi nepotisme), ini yang harus dikepret," tambahnya. Seperti diketahui, kegaduhan saat ini terjadi dalam perseteruan Menteri ESDM Sudirman Said, yang melaporkan Ketua DPR Setya Novanto, terkait perpanjangan kontrak karya (KK) PT Freeport Indonesia. Rizal pun menilai, Sudirman Said dan Setya Novanto yang sedang berseteru tersebut seperti sedang membuat dan bermain sinetron. “Gaduh hitam itu orientasinya berebut kekuasaan, proyek, konsesi-konsesi dan sebaginya yang bukan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara, melainkan kepentingan dan memperkaya pribadi. Sedangkan ‘gaduh putih’ adalah untuk rakyat,” jelasnya. Setidaknya, menurut Rizal, dengan kegaduhan itu kontrak Freeport tidak diperpanjang, PT. Freeeport harus membangun smelter, pengolahan limbah, dan sebagainya. “Jangan seperti Orba, di mana setiap kegaduhan itu dianggap sebagai ancaman, dan terbukti kini ekonomi Indonesia sudah mulai membaik, karena titik dasarnya sudah tercapai,” bebernya. Ditegaskan, dampak dari Reshuffle I pada Agustus 2015 lalu terbukti berdampak positif. Oleh karena itu, Rizal berharap pada reshuffle II yang akan dilakukan Presiden Jokowi pada akhir tahun 2015 nanti berdampak lebih baik lagi, dan perekonomian akan tumbuh melewati 6 persen. Ekonomi Siap Tumbuh Kembali Rizal Ramli menilai, pelemahan ekonomi saat ini sudah sampai pada titik balik (bounce back) dan siap untuk tumbuh kembali setelah membaik dalam tiga bulan terakhir. Tiga bulan terakhir ekonomi mulai membaik. “Mulai bounce back setelah melewati dasarnya dan tahun depan akan terjadi pertumbuhan,” jelasnya. Ia menyebutkan pertumbuahn yang mulai terlihat itu tidak terlepas dari kinerja para menteri kabinet setelah dilakukan reshuffle terakhir Agustus lalu. “Setidaknya ada tiga indikasi pertanda ekonomi mulai mengalami titik balik. Salah satunya adalah dengan pulihnya ekspektasi kalangan pebisnis, baik di dalam maupun luar negeri,” terangnya. Selain itu, lanjut Rizal, juga terlihatnya pertumbuhan meski moderat di angka 0,2% sejak tiga bulan terakhir. Begitu juga dengan adanya sejumlah inisiatif para menteri terkait visi pembangunan seperti kemudahan pengurusan izin investasi maupun usaha. Ia pun berharap ekonomi pada tahun depan bisa tubuh 6% dari target 5,3% seperti tahun ini. Menurutnya, selain melakukan reevaluasi aset untuk mendapatkan modal usaha, langkah lainnya yang bisa dilakukan memacu pertumbuhan ekonomi adalah membangun fasilitas kredit ekspor. “Dulu tidak ada yang berani melakukan reevaluasi aset. Sekarang pajak murah sehinga nilai aset naik. Selisihnya bisa dijadikan modal usaha seperti yang pernah dilakukan perusahaan listrik negara di masa lalu,” tandas Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur ini. Rizal tidak menolak dengan sebutan publik bahwa dirinya masuk dalam kabinet Jokowi kini melakukan gebrakan bagaikan rajawali. “Dengan langkah Rajawali bangkit ini maka ekonomi Indonesia akan tumbuh dia ats 6 persen. Dulu modal PLN minus 9 triliun, kini jadi positis 104 triliun. Ini baru pertama kali terjadi, selamatkan BUMN tanpa bantuan APBN,” tukasnya. (Red)





























