Khawatir Ambruk, Ruang Kelas Dikosongkan

Subang, Obsessionnews - Salah satu ruang kelas di SMPN 4 Pagaden dikosongkan dari kegiatan belajar-mengajar karena khawatir ambruk. Padahal ruangan tersebut baru satu tahun selesai dibangun. Tetapi sejumlah langit-langit ruangan sudah ada yang jebol dan lantai selasarnya terkelupas.. “Tentu ini sangat membahayakan,” kata Kepala SMPN 4, Ating Hedi Irawan, Rabu (25/11/2015). Kualitas hasil pekerjaan yang dilaksanakan kontraktor itu, menurut Ating sangat tidak sesuai. Apalagi selain menggunakan baja ringan yang kecil. “Padahal baru tuntas dibangun setahun lalu tapi sudah banyak yang rusak. Oleh karena itu sampai saat ini tidak kami pakai, karena takut atapnya ambruk,” paparnya. Pembangunan ruang kelas tersebut dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan 2014 sebesar 130 juta rupiah. Kata Ating, pihaknya sudah berkali-kali meminta pelaksana agar bersedia memperbaiki kekurangan pekerjaan. "Sudah menjanjikan mau diperbaiki. Tapi sampai sekarang tidak pernah direalisasikan juga," ujarnya. Dari jumlah siswa sebanyak 410 orang, sambung Ating masih kekurangan sekitar dua ruang kelas. Sekolah terpaksa memakai ruangan perpustakaan dan laboratorium untuk kegiatan belajar para siswa. "Saat ini, kami cuma punya 10 ruang kelas, ini masih kurang. Idealnya 12 ruangan. Untuk kekurangan dua kelas ini, kami sudah sejak lama mengusulkan penambahan kepada disdik, tapi belum ada realisasi,” tambah Ating. Salah seorang siswa, Rudi mengaku merasa khawatir atap ruangan tiba-tiba ambruk. "Takut tiba-tiba atapnya ambruk. Makanya sampai sekarang tak dipakai kegiatan belajar," kata Rudi. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang, H Kusdinar, saat dikonfirmasi menyatakakan belum mendapat laporan soal kondisi ruang kelas SMPN 4 Pagaden yang mengkhawatirkan tersebut. Namun dia berjanji akan segera turun ke lapangan untuk memeriksanya. "Iya, nanti kami cek ke lokasi," katanya singkat. (Teddy)





























