Sanggar Seni Kucing Tuo Sabet Juara II Nasional

Sanggar Seni Kucing Tuo Sabet Juara II Nasional
Padang, Obsessionnews - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Barat (Sumbar) memotivasi kelompok kesenian yang ada di Sumbar untuk terus berkarya. Potensi dimiliki Sumbar, cukup banyak dan beragam yang bisa diolah menjadi karya seni yang menarik dan berkualitas. "Budaya Minang di Sumbar ini, memiliki potensi yang tak ternilai. Memiliki estetika dan bisa dikembangkan dalam berbagai macam bentuk kesenian. Kelompok seni harus bisa menggali potensi itu," kata Ali Asmar saat menerima sanggar seni Kuciang Tuo di gubernuran, Jumat (20/11). Ali Asmar mengapresiasi sanggar seni Kucing Tuo yang telah memulai melahirkan inovasi baru. "Kuciang Tuo dari Kota Padang Panjang yang masuk dalam kelompok informasi masyarakat dari Sumbar, mampu menjadi yang terbaik di Sumatera. Acara pertemuan bako humas dan komunitas tingkat nasional di Surabaya, 16-19 November 2015, sanggar seni ini menjadi pemenang II," katanya. Ali Asmar berharap, prestasi yang dikuir sanggar seni Kucing Tuo dapat diikuti kelompok seni lain. Dengan demikian, kelompok seni yang ada semakin beragam dengankuaitas yang berbeda-beda Dalam kesempatan yang sama, sutradara pertunjukan sanggar seni Kucang Tuo, Edi Satria atau biasa dipanggil Mak Itam mengatakan, seni pertunjukan yang mereka bawakan berangkat dari teater rakyat yang mengakomodasi tema yang ditetapkan panitia. "Tahap awal, saat seleksi tingkat Sumatera, tema yang diminta berkaitan dengan kepahlawanan. Namun, saat di tingkat nasional, tema tiba-tiba berubah menjadi revolusi mental," katanya. Meski terjadiperuabahn tema, dan hanya memiliki batas waktu seminggu untuk merubah konsep, 14 pemain yang dibawa dari Padang Panjang, berhasil menyabet pemenang II. Keberhasilan tingkat nasional tersebut suatu prestasi yang luar biasa, apalagi sutradaranya di daulat menjadi sutradara terbaik. "Ini adalah penghargaan sutradara terbaik yang ketiga kalinya secara berturut-turut bagi saya dalam acara yang sama," kata Mak Itam. (Musthafa Ritonga)