Pasca Serangan Bom Paris, Jakarta Harus Waspada!

Pasca Serangan Bom Paris, Jakarta Harus Waspada!
Jakarta, Obsessionnews - Setelah terjadinya serangan bom Paris yang di lakukan kelompok fundamentalis ISIS, Nono Sampono menghimbau Jakarta harus mewaspadai ISIS, hal ini mengingat masih adanya kelompok-kelompok fundamentaslis di Indonesia, serangan bom-bom masih sering terjadi di Indonesia termasuk di Jakarta, terdapatnya perusahaan-perusahaan multinasional khususnya berasal dari negara-negara yang menyatakan perang terbuka terhadap ISIS. “Saya berharap Jakarta harus waspadai terhadap ISIS, setelah terjadinya serangan Bom di Paris. Kita semua tahu bahwa saat ini kelompok-kelompok fundamentalis masih berkeliaran di Indonesia. Selain itu di Indonesia masih sering terjadi ledakan bom, kemudian perusahaan-perusahaan multi nasional dari negara-negara yang secara terbuka perang terhadap ISIS bisa menjadi target serangan.” Tutur mantan Komandan Korps Marinir, Letjen TNI Marinir (Purn) Dr Nono Sampono MSi kepada Obsessionnews, Jumat (20/11/2015), Mantan Komandan Anti Teror Denjaka Korps Marinir ini juga mengingatkan pemerintah harus lebih serius dalam menangani masalah pertahanan dan keamanan dalam negeri, seperti memberikan perlindungan keamanan yang ekstra ketat terhadap objek-objek vital dan aset-aset yang berharga milik negera. Karena, serangan fundamentalis ISIS bisa saja seketika menghantam Indonesia. “Persoalan keamanan dalam negeri harus ditangani secara serius oleh pemerintah, mengingat bisa terjadi serangan sporadis kelompok fundamentalis yang berafiliasi dengen ISIS terhadap objek-objek vital dan aset-aset berharga milik negara yang kebetulan bermitra dengan negara-negara adidaya tertentu.” tegas mantan Komandan Paspampres ini. Oleh karena itu, perlu kerja keras dan koordinasi yang intens aparat-aparat yang menangani persoalan keamanan negarayaitu Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Badan Inteligen Negara (BIN), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menanggulangi sejak dini akan potensi terjadinya terorisme dan serangan-serangan kelompok fundamentalis ISIS. “Perlu kerja keras dan koordinasi intens antara Polri, TNI, BIN, BNPT untuk menanggulangi sejak dini potensi terjadi serangan terorisme kelompok fundamentalisme di Indonesia yang berafiliasi  dengan ISIS,” tandas Nono Sampono. Menurutnya, selain kerja keras lembaga pemerintah penegak keamanandalam menanggulangi terorisme perlu partisipasi masyarakat dalam membangun sistem kemananan lingkungan (Siskamling) dan melakukan pelaporan ke pusat-pusat informasi serta perlu melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Selain itu, perlu adanya Fatwa MUI terhadap keberadaan ISIS. “Saya pikir, peran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan dan melakukan pelaporan ke pusat-pusat informasi serta keterlibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama bisa membantu dalam penanggulang potensi terorisme. Kemudian Fatwa MUI terhadap keberadaan kelompok fundamentalis ISIS cukup urgen,” paparnya. (Red)