Ical Bela Setya Novanto, Katanya Tak Ada Negosiasi

Jakarta, Obsessionnews - Ketua Umum Partai Golkar hasil Munas Bali, Aburizal Bakrie (Ical), menganggap tidak ada unsur negosiasi yang dilakukan oleh Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) dalam percakapannya dengan Dirut PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha minyak Riza Chalid. "Tidak ada Setnov negosiasi," bela Ical singkat kepada wartawan di DPR, Senayan, Jumat (20/11/2015). Dalam rekaman percakapan yang sudah tersebar di publik, terdengar jelas Setya Novanto menjanjikan perpanjangan kontrak karya Freeport dengan menjual nama Presiden Joko Widodo dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan. Namun, menurut Ical, rekaman belum jelas dan tidak ada negosiasi di mana Setya minta saham kepada Freeport sebagai imbalannya. Menurutnya, masih terlalu jauh pembicaraan kontrak dibicarakan saat ini. "Tahun 2019 dilakukan, jangan ada negosiasi sekarang," tuturnya. Selebihnya, Ical menyerahkan kasus ini ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Ia tidak mau berspekulasi mengatakan bahwa kadernya itu bersalah dalam kasus ini. Menurutnya, ada proses yang harus dihormati untuk menyelesaikan kasus ini, yakni di MKD. "Kita serahkan kepada MKD," jelasnya. Diketahui dalam laporannya ke MKD, Senin (16/11/2015), Menteri ESDM Sudirman Said menyebut Setya Novanto bersama pengusaha minyak Reza Chalid menemui bos PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddi sebanyak tiga kali. Pada pertemuan ketiga 6 Juni 2015, di kawasan Pasific Place SCBD Jakarta Pusat. Novanto meminta saham kepada Freeport sebesar 11 persen untuk Presiden dan 9 persen untuk Wapres demi memuluskan renegosiasi perpanjangan kontrak PT Freeport. Tidak hanya itu Novanto juga meminta agar diberi saham suatu proyek listrik yang akan dibangun di Timika, dan meminta PT Freeport menjadi investor sekaligusoff taker (pembeli) tenaga listrik yang dihasilkan dalam proyek tersebut. Untuk menguatkan laporannya Sudirman turut menyampaikan bukti berupa rekaman dan transkrip pembicaraan antara Novanto, pengusaha, dan petinggi PT Freeport itu. (Albar)





























