Sosok Lafran Pane Dimata Ketua Kohati PB HMI

Jakarta, Obsessionnews - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pekan ini, akan mengadakan Kongres ke 29 di Pekan Baru, Riau. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan membuka kongres tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap organisasi pergerakan di Indonesia. Agenda kongres yang rutin diadakan dua tahun sekali ini, menjadi wadah mempertaruhkan gagasan para kader untuk membangun HMI ke depan. Termasuk membahas berbagai isu strategis. Salah satunya, adalah mendorong pendiri HMI Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional. Menanggapi hal itu, Ketua Kohati PB HMI Endah Cahya Imawati perpandangan, sosok Lafran Pane sangat layak ditetapkan oleh pemerintah sebagai Pahlawan Nasional. Sebab, perjuangan, karya, dan gagasan Lafran Pane sudah banyak memberikan warna perubahan bagi bangsa ini. "Lafran Pane punya semangat kepemudaannya yang tinggi, tidak melihat aspek primordial. Kemudian punya nalar kritis, peduli dan solutif terhadap kondisi keummatan dan kebangsaan," ujar Endah di Jakarta, Kamis (19/20/2015). Selain itu, Endah juga menyebut sosok orang yang sederhana dan tidak tertarik dengan jabatan, meski dirinya punya pengaruh besar di negeri dengan mendirikan HMI. Menurutnya, hal itu dilakukan, karena ia yakin Lafran mendirikan HMI niat tulus dan mulia untuk mempertahankan NKRI dan menyebarkan nilai-nilai ajaran Islam. "Lafran Pane juga visioner, karena pandangan tentang peran Keislaman Keindonesiaan harus di pupuk dari kalangan intelektual, artinya, sosok mahasiswa itu selain berilmu, juga harus bermoral dan bertaqwa," tutur Endah yang juga salah kandidat calon Ketua Umum PB HMI. Semangat kader dan para alumni HMI untuk mengusulkan Lafran Pane sebagai Pahlawan Nasional diwujudkan dalam kegiatan seminar dan pemeran foto di berbagai kota besar di seluruh Indonesia, untuk menggali pemikiran dan kiprah Lafran Pane sepanjang hidupnya. Lafran Pane sendiri lahir 5 Februari 1922 di Kampung Pangurabaan, Sipirok, Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Ia adik dari dua sejarawan dan sastrawan terkenal di Indonesia, yaitu Sanusi Pane dan Armijn Pane. Setelah Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, Lafran Pane bergabung dengan Perserikatan Mahasiswa Yogyakarta (PMY), salah satu organisasi mahasiswa pertama di Yogyakarta ketika itu. Pada 5 Februari 1947, disebuah ruang kelas, Lafran Pane bersama teman-temannya mendirikan HMI dengan dua tujuan utama;mempertahankan Negara Republik Indonesia, dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia, serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam. (Albar) [caption id="attachment_72630" align="aligncenter" width="640"]
Lafran Pane[/caption]
Lafran Pane[/caption] 




























