Mengapa ada WakaBIN Dalam Kasus Pencatutan Nama Jokowi

Mengapa ada WakaBIN Dalam Kasus Pencatutan Nama Jokowi
Jakarta, Obsessionnews - ‎Anggota Komisi I Tubagus Hasanuddin mempertanyakan mengapa ada unsur keterlibatan mantan Wakil Kepala Badan Intelejen Negara (WakaBIN) Maroef Sjamsoeddin yang saat ini menjadi Presiden Direktur (Presdir) PT. Freeport Indonesia dalam kasus pencatutan nama presiden Jokowi oleh Ketua DPR Setya Novanto yang terungkap dalam sebuah transkip percakapan yang belum lama ini tersebar diberbagai media. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini, mempertanyakan apa dan maksud tujuan Maroef ikut dalam pertemuan antara Novanto, pengusaha Riza Chalid.  "Maroef adalah Jenderal Bintang II yang malang melintang didunia intelejen, jabatan terakhirnya adalah Wakil kepala BIN. Sebagai mantan WakaBIN pasti ada alasan mengapa pertemuan itu harus direkam, karena dianggap sesuatu yang tidak wajar," tanya Hasanuddin heran, Kamis (19/11/2015). Disisi lain Pria yang akrab disapa Kang TB ini pun mendugai Maroef sebagai mantan perwira intelejen ini bisa jadi masih punya bukti-bukti lain tentang pertemuan-pertemuan Setya Novanto dengan seorang pengusaha lain. "Pastinya saya menduga ada hal-hal lain yang pastinya terjadi selain dari kasus ini yang sedang berjalan," tukasnya. Sekedar informasi,  Maroef Sjamsoeddin, mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara, lulusan AKABRI Udara tahun 1980, dipercaya menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia sejak 7 Januari 2015. Maroef mengatakan, ia bersedia menjadi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia -anak perusahaan Freeport-McMoRan Inc. (FMCG) Amerika Serikat-- lantaran tertantang untuk memberi sumbangsih di dunia yang berbeda. (Albar)