Jonan Investigasi 'Desahan' Co-pilot-Pramugari Lion Air

Jonan Investigasi 'Desahan' Co-pilot-Pramugari Lion Air
Sorong, Obsessionnews- Kasus 'desahan' di ruang kokpit, pesawat Lion Air, penerbangan JT 990 rute Surabaya-Denpasar, Sabtu (14/11) lalu, jadi sorotan Menhub Ignatius Jonan. Mantan Dirut PT KAI itu, dalam kunjungan kerja ke Bandara Domine Eduard Osok di Sorong, Kamis (19/11) mengatakan telah memerintahkan Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub untuk melakukan investigasi tersebut. "Saya sudah perintahkan bersama-sama manajamen Lion Air untuk memeriksa pilot terkait kejadian tersebut," ucapnya. Jonan mengatakan jika terbukti melakukan pelanggaran, akan diberikan sanksi. "Paling berat nanti akan di-suspend (dibekukan lisensi pilotnya), kalau 'grounded' (skors) saat ini kan sudah oleh pihak maskapai untuk dimintai keterangan," tuturnya. Dia mengatakan sanksi tersebut hanya ditunjukan untuk pilot yang bersangkutan, tidak untuk maskapai. "Karena ini masalah personal," tukasnya. pilot-438x204 Sebelumnya, Direktur Utama Lion Group Edward Sirait membenarkan bahwa co-pilotnya melakukan pelanggaran prosedur penerbangan oleh co-pilot yang melakukan perbuatan tidak pantas di dalam "cockpit" melalui pengeras suara. Edward mengatakan terdapat pelanggaran prosedur "announcement" (pengumuman) oleh Co Pilot berupa ucapan selamat ulang tahun kepada salah satu awak kabin. Co pilot tersebut telah diberhentikan sementara untuk diperiksa. "Apabila di kemudian hari terbukti bahwa co-pilot kami melakukan pelanggaran di luar kepantasan mereka, maka akan kami berikan sanksi yang tegas sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku," tegasnya. Seorang bernama Lambertus Maengkom menjadi sorotan nitizen, lantaran foto yang disebutkan sebagai laporannya di situs bandara.web.id. Dalam foto laporan yang beredar disebutkan bahwa telah terjadi peristiwa yang mengkhawatirkan dalam perjalanan penerbangan JT 990 rute Surabaya-Denpasar yang terbang pada tanggal 14 November pukul 21.30 WIB. Penerbangan itu disebut telah mengalami delay 3 jam dari jadwal seharusnya. Banyak media mengutip foto laporan tersebut yang ditujukan pada Kementerian Perhubungan. Ketika Detak.Co mencoba menelusuri laporan tersebut, tidak terlihat laporan yang beredar luas di media massa tersebut. Dari foto laporan yang beredar, si pelapor mengadukan pelayanan Lion Air JT 990 rute Surabaya ke Denpasar. Dia menyebut ada suara dari kokpit yang diduga dari pilot menawarkan pramugari janda kepada para penumpang sebagai kompensasi delay. Selain itu, dia juga melaporkan suara desahan yang terdengar dari kokpit lewat pengeras suara pesawat. Lucunya, dibagian awal Laporan tersebut ditujukan Kepada Dirjen Pehubungan, namun menjelang akhir laporan si pengadu menuliskan Dinas Perhubungan. Berikut isi laporannya dimaksud : Kepada Yth Bpk/Ibu Dirjen Perhub, Kami ingin menayakan apakah merupakan standar prosedur yang diterapkan penerbangan dirjen perhubungan yaitu pilot maskapai lion menawarkan staff crew parmugari yang berstatus janda kepada para penumpang melalui mikrophone berulang ulang di dalam kabin Lion JT 990- penerbangan jam 19.15 / tanggal 14 november 2015 dari Surabaya menuju Denpasar. Terdengar suara aneh dan mendesah mendesah dari speaker kabin selama perjalanan yang membuat para penumpang resah dan ketakutan atas keselamatan nyawa mereka dalam penerbangan itu, serta bertanya tanya apakah pilot dalam keadaan tidak sehat, mabuk atau mungkin Narkoba? sehingga berkelakuan demikian? Apakah demikian standar servis kompensasi lion air kepada penumpang yang sudah menunggu delay selama 3 jam (pesawat akhirnya berangkat jam 21.30, delay 3 jam), dengan menawarkan crew pramugari Lion Air ? Setelah pesawat landing di Denpasar kami menunggu di depan pesawat untuk menanyakan langsung kepada pilot tersebut apa maksud dan tindakannya sebagai pilot yang bertanggung jawab atas nyawa dan keselamatan para penumpang. Namun setelah pilot mengetahui dari petugas darat lion air dan bandara Ngurah Rai banyak penumpang yang ingin menemuinya, pilot tidak mau menemui dan hanya tertawa tawa serta mengangkat tangannya seakan menantang para penumpang yang telah menunggu dia (Mungkin dia sedang mabuk parah menghadapi situasi seperti itu) Kami pun menanyakan kepada petugas darat lion air dan bandara ngurah rai siapa nama pilot tersebut, namun mereka menyatakan tidak mengatahui siapa nama pilot tersebut (Apakah mungkin otoritas bandara ngurah ray dan petugas darat Lion Air tidak mengetahui nama pilot yang mendaratkan pesawat di Ngurah Rai)… seakan-akan menutupinya. Adalah sangat memalukan jika maskapai lion air mempunyai memiliki pilot yang menjalankan standar prosedur semacam itu… Demi keselamatan para pengguna layanan penerbangan, kami menunggu itikad baik dari Dinas Perhubungan dan maskapai Lion Air untuk mengambil tindakan atas kejadian tersebut. Menyikapi hal ini lion air mengaku sudah melakukan penyelidikan internal dan menyatakan bahwa laporan tersebut tidak benar. Suara yang terdengar seperti desahan itu menurut Lion Air, karena bibir co pilot saat memberikan pengumuman terlalu dekat dengan mic, sehingga suara nafasnya terdengar seperti desahan. (Ant/Rez)