Rekaman 'Setya Novanto' Catut Nama Jokowi Digelar MetroTV

Rekaman 'Setya Novanto' Catut Nama Jokowi Digelar MetroTV
Jakarta, Obsessionnews - Dalam acara Talk Show program 'Mata Najwa' di MetroTV, Rabu (18/11/2015), diungkap percakapan rekaman yang diduga adalah Ketua DPR RI Setya Novanto dengan Petinggi PT Freeport Indonesia. Percakapan yang diputar di program 'Mata Najwa' sangat jelas, dimana Setya Novanto menjanjikan perpanjangan kontrak kepada Freeport dengan menjual nama Presiden Joko Widodo dan Menko Polhukam, Luhut Binsar Panjaitan. [caption id="attachment_75184" align="aligncenter" width="640"]Foto rekaman Foto rekaman[/caption] Berikut isi rekaman yang diputar di Mata Najwa: Sesi Pertama* Kalau komitmen, Freeport komitmen. Begitu ada permainan, komitmen, jalan. Saya pertaruhkan. Karena enggak mungkin, Pak, Freeport sudah menanam 4 miliar dollar, sudah. Yang sudah persiapkan underground. Untuk mempersiapkan infrastruktur dan operasional. Tanpa kepastian mereka, jangan ragu atas komitmen itu. Terus untuk smelter, nanti Desember kita akan menaruh lagi 700 ribu dollar. 700 ribu dollar Itu commitment fee. Tanpa ada kepastian lho, Pak. Karena memang kita enggak tahu. 700 juta dollar, sorry. Apa lagi yang diragukan dengan komitmen? Enggak perlu komitmen lagi, Pak. Ini sudah komitmen, enggak ada, enggak ada. - Saya enggak jamin. Enggak ada, Pak. Saya enggak jamin mau apa enggak, Pak. Tapi kasihkan dulu itu, Pak.Sesi Kedua* Saya yakin karena Presiden kasih kode begitu. Berkali-kali segala urusan di DPR selalu segitiga.Pak Luhut, saya, Presiden. Setuju gitu-gitu saja...* Saya ketemu Presiden sudahlah cocok.Artinya dilindungi keberhasilan semua. Belum tentu dikuasai menteri-menterinya yang kaya gini pak.* Nggak ngerti itu strategi pak.*  Henry Kisingger-nya itu pak.* Freeport jalan, Bapak itu happy, kita ikut happy, kumpul-kumpul kita, kita golf, kita beli private jet yang bagus, dan reppresentif. Namun dalam rekaman tersebut tidak jelaskan suara siapa. Hanya saja suara yang diduga Setya Novonato terdengar jelas di rekaman tersebut. Sementara Wakil Ketua MKD DPR, Junimat Girsang belum bisa bisa menjawab apakah rekaman itu benar Setya Novanto. Karena perlu verifikasi. "Saya dengan hormat belum bisa memberi komentar," tuturnya. (Albar)