Siapa Bisa Sadarkan Pengendara ?

"Ngawur!" begitu kata Brigadir Polisi Sumino, petugas Kepolisian Lalu Lintas dari Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mengomentari kelakuan pengguna kendaraan saat ini. Selama sepuluh tahun terakhir, Sumino bertugas di pertigaan jalan Mangga Besar, Pasar Minggu, dari arah Kuningan menuju kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. Ketika pertama kali menjadi Polisi tahun 1981 kemudian ditugaskan di divisi lalu lintas tahun 1982, masyarakat pengguna jalan, kata dia sangat tertib. Tak ada yang saling serobot di jalanan. Angka kecelakaan pun terbilang kecil. Di daerah Senen, Jakarta Pusat, area yang pertama kali Sumino jaga pada tahun 1982 dan kini sudah semrawut, saat itu masih sangat tertib. "Waktu itu kendaraan jarang yang punya. Kalau ada pun sudah terbilang kaya. Tahun 1990-an juga masih tertib, ga kaya sekarang," tutur dia kepada obsessionnews.com di sela istirahat tugasnya ketika bedug Magrib, Senin (16/11). Selama tiga puluh tahun lebih bertugas di divisi lalu lintas, Sumino bilang di era reformasi inilah tugas Polantas makin berat. Volume kendaraan yang bejubel di jalan, tak sebanding dengan ruas itu sendiri. Kondisi ini, didukung ulah pengendara tak bertanggung jawab yang sering main serobot. Akibatnya, kepadatan, kemacetan, bahkan death lock sering terjadi. Lebih repotnya lagi, setelah 'bencana lalu lintas' terjadi bahkan kadang harus menelan korban jiwa, masyarakat pengguna jalan tak sadar juga. Aksi saling serobot di perempatan jalan yang jelas sudah dirambui traffic light terus terjadi. Begitu juga di perlintasan kereta api. "Kalau sudah celaka, mungkin baru sadar," ujar Sumino. Dari pantauan, para pengendara memang sering tak menghiraukan rambu lalu lintas termasuk traffic light. Ketika lampu menyala merah, ada saja pengendara celingukan kemudian tancap gas. Ini, tentu berbahaya bagi si penyerobot itu sendiri termasuk pengendara lain. "Semua orang sudah pinter. Makanya ga mau diatur. Jelas-jelas melanggar kadang kita petugas malah didebat," ujar Sumino. Perilaku berlalu lintas seperti ini, sudah menjadi pemandangan sehari-hari di jalan raya Jakarta. Entah apa yang bisa membuat pengendara sadar. Ada usul ? (Mahbub Junaidi/Obsessionnews)





























