Lebih 120 Orang Tewas Dalam Serangan 'Misterius' Paris

Paris - Prancis telah mengumumkan keadaan darurat nasional dan menutup perbatasannya sedikitnya 20 orang tewas dalam serangan bersenjata dan bom di Paris. Sedikitnya 100 orang dilaporkan meninggal di gedung konser Bataclan di pusat Kota Paris. Pria bersenjata menyandera banyak orang sebelum disergap oleh polisi. Korban lainnya meninggal dalam sebuah ledakan di dekat Stade de France dan serangan bersenjata di restoran di pusat kota. [caption id="attachment_74096" align="aligncenter" width="640"]
Laporan menyebutkan para korban ditembak setelah sebelumnya disandera. (BBC)[/caption] Lima Penyerang Dilaporkan Tewas Warga Paris telah diminta untuk tetap berada di dalam ruangan dan sekitar 1.500 personil telah diterjunkan ke seluruh penjuru kota. Serangan mematikan tampaknya menargetkan gedung konser Bataclan, sejumlah laporan yang belum dapat dikonfirmasi menyebutkan sejumlah pengunjung ditembak setelah disandera. Sumber polisi mengatakan kepada kantor berita AFP, setidaknya 100 orang tewas di sana. [caption id="attachment_74097" align="aligncenter" width="640"]
Sebuah restoran yang menjadi target pelaku penembakan. (BBC)[/caption] Berbicara setelah tiba di Bataclan, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan para penyerang akan diperangi "tanpa ampun". Setidaknya tiga orang bersenjata dilaporkan tewas di lokasi. [caption id="attachment_74098" align="aligncenter" width="640"]
Orang-orang yang selamat dalam serangan di Paris. (BBC)[/caption] Pria Itu Menembak ke Semua Arah Seorang saksi mata mengatakan kepada BBC dia menyaksikan dari jendela apartemennya bagaimana seorang pria bersenjata menembak ke semua arah sebelum masuk ke sebuah mobil. Saksi mata itu mengatakan ada pria itu memegang senjata laras panjang kalashnikov. "Saya melihat dari jendela dan di sana ada pria menembak dengan sebuah kalashnikov. Itu di persimpangan dan dia menembak ke semua arah. Saya melihat... orang-orang tiarap dan saya menelpon polisi," [caption id="attachment_74101" align="aligncenter" width="640"]
Seorang korban serangan bersenjata di sebuah restoran di Paris. (BBC)[/caption] "Saya ke bawah ke jalan dan menyadari bahwa di sebuah bar ada empat atau lima jenazah. Ada juga mobil di dalamnya supir dan penumpang yang tewas. Polisi mengatakan kepada semua orang agar pulang ke rumah. Saya bertahan di dalam rumah tanpa menyalakan lampu," tambah dia. "Beberapa menit kemudian ada yang mengetuk pintu saya dan polisi bertanya apakah mereka dapat menggunakan apartemen saya," jelas dia "Saya berdiam di kamar mandi karena itu merupakan tempat paling aman dan saya tidak ingin menganggu polisi. Saya pikir mereka berdiri dekat jendela, mereka bersenjata lengkap". Pemerintah Prancis telah mengumumkan keadaan darurat dan menutup perbatasan setelah serangan yang menewaskan setidaknya 120 orang di sejumlah lokasi di Paris. (BBC) Sumber: BBC [caption id="attachment_74102" align="aligncenter" width="640"]
Petugas medis mengevakuasi korban luka dan tewas akibat serangan di Paris. (BBC)[/caption]
Laporan menyebutkan para korban ditembak setelah sebelumnya disandera. (BBC)[/caption] Lima Penyerang Dilaporkan Tewas Warga Paris telah diminta untuk tetap berada di dalam ruangan dan sekitar 1.500 personil telah diterjunkan ke seluruh penjuru kota. Serangan mematikan tampaknya menargetkan gedung konser Bataclan, sejumlah laporan yang belum dapat dikonfirmasi menyebutkan sejumlah pengunjung ditembak setelah disandera. Sumber polisi mengatakan kepada kantor berita AFP, setidaknya 100 orang tewas di sana. [caption id="attachment_74097" align="aligncenter" width="640"]
Sebuah restoran yang menjadi target pelaku penembakan. (BBC)[/caption] Berbicara setelah tiba di Bataclan, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan para penyerang akan diperangi "tanpa ampun". Setidaknya tiga orang bersenjata dilaporkan tewas di lokasi. [caption id="attachment_74098" align="aligncenter" width="640"]
Orang-orang yang selamat dalam serangan di Paris. (BBC)[/caption] Pria Itu Menembak ke Semua Arah Seorang saksi mata mengatakan kepada BBC dia menyaksikan dari jendela apartemennya bagaimana seorang pria bersenjata menembak ke semua arah sebelum masuk ke sebuah mobil. Saksi mata itu mengatakan ada pria itu memegang senjata laras panjang kalashnikov. "Saya melihat dari jendela dan di sana ada pria menembak dengan sebuah kalashnikov. Itu di persimpangan dan dia menembak ke semua arah. Saya melihat... orang-orang tiarap dan saya menelpon polisi," [caption id="attachment_74101" align="aligncenter" width="640"]
Seorang korban serangan bersenjata di sebuah restoran di Paris. (BBC)[/caption] "Saya ke bawah ke jalan dan menyadari bahwa di sebuah bar ada empat atau lima jenazah. Ada juga mobil di dalamnya supir dan penumpang yang tewas. Polisi mengatakan kepada semua orang agar pulang ke rumah. Saya bertahan di dalam rumah tanpa menyalakan lampu," tambah dia. "Beberapa menit kemudian ada yang mengetuk pintu saya dan polisi bertanya apakah mereka dapat menggunakan apartemen saya," jelas dia "Saya berdiam di kamar mandi karena itu merupakan tempat paling aman dan saya tidak ingin menganggu polisi. Saya pikir mereka berdiri dekat jendela, mereka bersenjata lengkap". Pemerintah Prancis telah mengumumkan keadaan darurat dan menutup perbatasan setelah serangan yang menewaskan setidaknya 120 orang di sejumlah lokasi di Paris. (BBC) Sumber: BBC [caption id="attachment_74102" align="aligncenter" width="640"]
Petugas medis mengevakuasi korban luka dan tewas akibat serangan di Paris. (BBC)[/caption] 




























