Pasar Masih Beresiko, Gerak IHSG Terbatas

Jakarta, Obsessionnews - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terbatas pada perdagangan kemarin, Kamis (12/11), mengindikasikan pasar masih diliputi sejumlah resiko. Utamanya, dari pihak luar seperti suramnya prospek perekonomian Cina. Berdasar data perekonomian Cina Kamis kemarin, jumlah pinjaman baru di bulan Oktober 2015 rupanya berada di bawah ekspektasi pasar. Jumlahnya, tercatat hanya 513,6 miliar yuan atau turun 51 persen dari bulan sebelumnya sebanyak 1,05 triliun yuan. Padahal sebelumnya, konsensus ekonom berada di 798,2 miliar yuan. Jumlah pinjaman baru pada Oktober, menurut perhitungan pengamat pasar modal David Setyanto kepada obsessionnews.com melalui pesan singkat, terendah dalam 15 bulan terakhir hingga kembali mengkonfirmasi melambatnya perekonomian Cina. Selain lantaran Cina, David bilang pasar negara berkembang juga memperhitungkan rencana kenaikan suku bunga The Federal Reserve yang menurut kabar bakal dilaksanakan Desember tahun ini. Apalagi sejumlah pejabat Fed tadi malam sudah saling lempar testimoni. Presiden Bank Sentral Negara Bagian St. Louis, James Bullard, tadi malam menyatakan kalau The Fed tak perlu mempertahankan tingkat bunganya saat ini. Akibatnya, mata uang negara-negara berkembang tertekan. Pasar saham dan harga komoditas juga ikut terimbas sehingga pelaku pasar cenderung menghindari aset beresiko.(Mahbub Junaidi)





























