ILO: Banyak Ditemukan Perusahaan Belum Punya SMK3

Subang, Obsessionnews – Masalah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) masih harus ditingkatkan. Khususnya keberadaan ahli masalah K3 umum di perusahaan-perusahaan harus lebih ditingkatkan. Menurut Sistesis Report dari International Labour Organization (ILO) melalui assesment “Better Work” masih ditemukan perusahaan yang belum memilki ahli K3 melaporkan masih ada perusahaan yang belum memiliki ahli K3 umum. “Sedangkan apabila tidak memiliki ahli tentu tidak bisa melakukan perbaikan. Kompetensinya kurang,” kata Direktur ILO di Indonesia, Francesco d'Ovidio melalui Operation Manager Project Better Work, M. Anis Nugroho kepada obsessionnews.com di Subang, Kamis (12/11/2015). Project “Better Work” adalah proyek penelitian Organisasi Buruh PBB (ILO) yang telah melakukan penelitian sejak 2011 khusus pad industri garmen di Indonesia dengan lokasi di 5 provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta dan Jawa Tengah. Namun, kata Anis dari 2011 dilaporkan secara umum kepatuhan perusahaan pada peraturan pemerintah meningkat. Walaupun dari sisi penerapan SMK3 harus ditingkatkan. Syarat menyediakan Sistem Manajemen K3 adalah wajib. “Itu semua perusahaan wajib,” tegasnya. Laporan Better Work menyebutkan dengan keberadaan ahli K3 di kompetensi perusahaan meningkat terutama dalam melakukan berbagai perbaikan sistem kerja. [caption id="attachment_73548" align="aligncenter" width="640"]
Direktur ILO di Indonesia, Francesco d'Ovidio[/caption] Kedatangan Francesco ke Subang dalam rangka menghadiri Hari Kesehatan Nasional (HKN) sekaligus peresmian Gerakan Perempuan Pekerja Sehat Produktif (GP2SP) tingkat Kabupaten Subang bersama Bupati Subang, Ojang Sohandi. Penanganan Anemia kepada Perempuan Francesco mengatakan, sangat mengapresiasi GP2SP yang dilakukan oleh Pemkab Subang. Karena menurutnya masih banyak pekerja perempuan yang kurang menyadari pentingnya kesehatan. Terlebih perhatian masalah penanganan anemia kepada pekerja perempuan. Menurut data pekerja yang terlibat dalam industri garmen, 90% diantaranya pekerja perempuan. “Dari penelitian menyebutkan 24% sampai 42% pekerja perempuan di dunia mengalami anemia atau kekurangan zat besi dalam kesehatan,” katanya. Pihaknya meyakini dengan memberikan perhatian pada masalah anemia, cukup memberikan dampak positif yang signifikan. “Saya meyakini bahwa peningkatan kesehatan perlu dilakukan bersama dengan semua kalangan termasuk pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja termasuk meningkatkan upah,” ujarnya. (Teddy)
Direktur ILO di Indonesia, Francesco d'Ovidio[/caption] Kedatangan Francesco ke Subang dalam rangka menghadiri Hari Kesehatan Nasional (HKN) sekaligus peresmian Gerakan Perempuan Pekerja Sehat Produktif (GP2SP) tingkat Kabupaten Subang bersama Bupati Subang, Ojang Sohandi. Penanganan Anemia kepada Perempuan Francesco mengatakan, sangat mengapresiasi GP2SP yang dilakukan oleh Pemkab Subang. Karena menurutnya masih banyak pekerja perempuan yang kurang menyadari pentingnya kesehatan. Terlebih perhatian masalah penanganan anemia kepada pekerja perempuan. Menurut data pekerja yang terlibat dalam industri garmen, 90% diantaranya pekerja perempuan. “Dari penelitian menyebutkan 24% sampai 42% pekerja perempuan di dunia mengalami anemia atau kekurangan zat besi dalam kesehatan,” katanya. Pihaknya meyakini dengan memberikan perhatian pada masalah anemia, cukup memberikan dampak positif yang signifikan. “Saya meyakini bahwa peningkatan kesehatan perlu dilakukan bersama dengan semua kalangan termasuk pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja termasuk meningkatkan upah,” ujarnya. (Teddy) 




























