Taufik Yakin Gerindra Pasti Ungguli Ahok

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Mohamad Taufik, mengatakan Gerindra optimis dapat mengalahkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI 2017. “Pokoknya yang diusung Gerindra yang menang,” ujar Mohamad Taufik di gedung DPRD DKI, Rabu (11/11/2015). Tak hanya itu, entah bercanda atau serius, Taufik merasa yakin, jika ia maju pada Pilkada DKI 2017, ia mampu mengalahkan sosok Ahok. “Yakin, kalau nanya sama saya, saya yang kepilih,” tutur Taufik sambil tertawa. Sebelumnya, hal yang sama juga diungkapkan oleh Politikus Gerindra Muhamad Sanusi, bahwa kepopuleran Ahok tak menjamin dapat memenangkan pilkada 2017 mendatang. “Pengalaman sejarah itu ada. Artinya, popularitas itu tidak bisa menjamin. Seperti yang saya bilang tadi bagaimana popularitas Foke 2012 lalu, tetapi enggak menang juga,” jelas Sanusi. Sementara, hasil survei Cyrus Network Research and Consulting menunjukkan mayoritas responden menganggap Ahok layak maju di Pilkada DKI 2017. 62,8 persen menyatakan layak, 31,7 persen mengatakan tidak layak dan 5,5 persen tidak tahu. “Persentase dukungan terhadap Ahok meningkat bila dibandingkan pada survei yang dilakukan pada April 2015 yang hanya hanya 52,7 persen,” kata Managing Director Cyrus Network Research and Consulting, Eko Dafid Afianto, dalam diskusi Rilis Survei Opini Publik DKI Jakarta di Jakarta, Rabu (11/10/2015). Setelah hengkang dari Gerindra, Ahok tidak bergabung dengan partai manapun. Ia memutuskan maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur independen. Dalam memenuhi syarat Pilkada, Ahok harus memenuhi syarat mendapat dukungan sejuta Kartu Tanda Penduduk (KTP). Sejak Juni 2015 para relawan ‘Teman Ahok’ bekerja keras mengumpulkan KTP. Hingga Selasa (11/11/2015) Teman Ahok berhasil mengumpulkan 394.711 KTP. Jumlah KTP untuk Ahok ini mengalahkan perolehan suara delapan partai pada Pemilu Legislatif 2014 di DKI. Target berikutnya ‘Teman Ahok’ akan melibas PKS (424.400 suara), PPP (452.224 suara), Gerindra (592.568 suara), dan PDI-P (1.231.843 suara). (Popi Rahim)





























