Pasca Pemilu, Aung San Suu Kyi Minta Bertemu Presiden dan Pemimpin Militer

Jakarta, Obsessionnews - Kemenangan Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) pada pemilu yang disebut-sebut paling demokratis tahun ini di Myanmar, diharapkan mampu membuat kendor cengkraman militer di negeri tersebut. Saat NLD resmi dinobatkan menjadi pemenang pemilu tahun 2015 ini, sebagian besar kursi parlemen bakal diisi warga sipil. Sedangkan militer, cuma diberi porsi 25 persen. Kepala Komite Eksekutif NLD, Nyan Win mengatakan, kandidat NLD yang menang bakal bekerja sama dengan partai lain termasuk militer di parlemen. Dan dia memastikan, pihak sipil akan lebih kuat dibanding militer. Nyan seperti dilansir CNN pun memastikan kalau militer tidak akan mampu menguasai parlemen apalagi membubarkan pemerintah yang nanti bakal dibentuk. Sebab, porsinya cuma 25 persen sementara sisanya diisi warga sipil. Kalau militer tak menyetujui pembentukan atau perubahan Undang-Undang, maka kubu militer tidak dapat menganulirnya. “Mereka boleh saja akan menolaknya, tapi para anggota NLD akan terus maju, demi rakyat,” tegas Nyan Win. Meskipun cuma 25 persen, militer dipastikan bakal mengisi beberapa tempat strategis di pemerintahan seperti Kementerian Pertahanan, Kementerian Perbatasan dan Kementerian Dalam Negeri. Sementara itu, kandidat yang maju dipilih tentara di barak militer. Pemungutan suara ini berlangsung bertahap sebelum pemilihan umum nasional digelar, dan tidak disaksikan oleh pengamat internasional. Pasca pemilu digelar, pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi pertemuan antara dirinya dengan Presiden Thein Sein serta kepala militer Min Aung Hlaing digelar. Menurut Nyan Win, forum tersebut bertujuan membicarakan transisi pemerintahan dari Thein kepada NLD. Selanjutnya, forum tersebut juga dimaksudkan untuk menghindari adanya permasalahan dalam transisi pemerintah. Hasil perhitungan suara pemilu, hingga Selasa (10/11) malam, menunjukkan kalau NLD sudah meraup 88 persen suara dari total pemilih sebanyak 30 juta jiwa. Perinciannya menurut komisi pemilihan umum setempat, 88 kursi di majelis rendah, 29 kursi di majelis tinggi serta 182 kursi di dewan perwakilan daerah dan etnis. Sementara itu, Partai Persatuan dan Pengembangan yang saat ini berkuasa hanya berhasil meraih 5 kursi di majelis rendah, 2 kursi di majelis tinggi, serta 11 di dewan perwakilan daerah dan etnis.(Mahbub Junaidi)





























