Danrem Larang Anggota TNI Terlibat Politik Praktis

Danrem Larang Anggota TNI Terlibat Politik Praktis
Padang, Obsessionnews - Komandan Resort Militer (Danrem) 032/ Wirabraja yang baru Kolonel Infanteri (Inf) Bhakti Agus F berkomitmen meneruskan kebijakan yang telah dirintis Brigadir Jendral (Brigjen) TNI Widagdo Hendro Sukoco semasa menjabat Danrem 032/Wirabraja. “Saya akan melanjutkan apa yang telah dirintis dan dilakukan oleh Danrem sebelumnya, banyak kegiatan yang dilakukan pada kaitannya yaitu dengan upaya khusus untuk swasembada pangan seperti dibidang pertanian, peternakan, pembuatan dan segala macamnya kita akan lanjutkan itu,” kata Bhakti Agus F, usai acara pisah sambut Danrem 032/Wirabraja di Markas Komando Resort Militer (Makorem) 032/Wirabraja di Jalan Sudirman Kota Padang, Senin (9/11). Ia berupaya melakukan pembinaan satuan di Batalyon maupun Kodim juga akan ditingkatkan, seperti menyiapkan satuan untuk membantu kepolisian dalam pelaksanaan pengamanan pilkada. "Kita akan siapkan personil dalam membantu kepolisian dalam pengamanan pilkada. Penurunan personil akan dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya. Bhakti Agus F menekankan, tidak dibenarkan anggota TNI terlibat dalam politik praktis. Jika terbukti terlibat, maka akan diberikan sanksi berat, karena itu adalah larangan dan tidak boleh terjadi. Sementara itu, Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco mengatakan, selama menjabat Danrem 032/ Wirabraja di Sumatera Barat (Sumbar) 1,6 bulan, berbagai kegiatan dilaksanakan, seperti masyarakat menerima wawasan kebangsaan. “Hampir 100 ribu dari pada Dandim dan Korem turun ke bawah untuk memberikan materi wawasan kebangsaan, dengan empat materi, yaitu Pancasila, Undang-undang 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan narkoba, kepada seluruh jajaran pelajar maupun mahasiswa termasuk juga golongan masyarakat,” kata Widagdo. Kegiatan lainnya yaitu meningkatkan ketahanan pangan. Kegiatan yang dijalankan sejak tahun lalu, sudah membuahkan hasil. “Sejak program itu jalan, petani-petani juga kita bina dan sekarang kita sudah punya dua mobil dengan operasi pasar dan tanaman organik harga pun lebih murah daripada harga pasar, sehingga kita bisa untuk mengendalikan harga sekiranya harga di pasaran melonjak naik,” kata Widagdo Hendro Sukoco. (Musthafa Ritonga)