34 M Dana Desa Subang Masih Parkir di Pusat

34 M Dana Desa Subang Masih Parkir di Pusat
Subang, Obsessionnews - Akibat penyerapan lamban, sisa Dana Desa (DD) sebesar 34 miliar rupiah untuk alokasi Kabupaten Subang masih "terparkir" di Pemerintah Pusat belum masuk kas daerah. "Dana dedsa untuk Subang ini sebesar 72,7 miliar (rupiah), tapi yang sudah masuk kas daerah baru Rp38 miliar. Sisanya, sekitar Rp34 miliar masih menclok di pusat, belum (bisa) kami serap," ujar Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Subang, Ahmad Sobari, Senin (9/11/2015). Selanjutnya kata Ahmad Sobari, dari Rp38 miliar dana yang masuk kas daerah baru Rp29,6 miliar yang sudah diserap oleh desa. Pihaknya menargetkan, pekan ini, penyerapan dana desa bisa mencapai Rp30 miliar, untuk mengejar target capaian penyerapan sebesar 90%. Pasalnya, jika dana sebesar Rp38 miliar itu tidak mencapai target penyerapan hingga 90%, maka sisa DD sebesar Rp34 miliar yang kini masih ada di pusat, tak bisa diserap oleh pemkab. "Sisa DD hanya bisa diambil, kalau dana yang sudah masuk kasda (kas daerah) tersalurkan 90% ke desa-desa. Jika tidak, kami khawatir tak bisa diambil," jelasnya. Oleh karena itu, Ahmad menghimbau desa-desa supaya mempercepat pelaksanaan tahap dua, untuk selanjutnya membuat laporan pertanggungjawaban, agar bisa segera menyerap sisa DD tahap tiga. Secara terpisah, Kepala Desa Manyingsal Kecamatan Cipunagara, Solihin, mengaku, Dana Desa tahap tiga, hingga kini belum cair. Sebab, realisasi dana tahap dua masih dalam proses pelaksanaan. Dana ini digunakan untuk pengerasan jalan dan operasional pendidikan. "Saat ini, pekerjaannya masih berlangsung. Sehingga, kami belum bisa cairkan tahap tiga. Sebab, yang tahap dua kan harus dibuat LPj-nya dulu. Baru nanti bisa mengajukan pencairan tahap tiga," imbuhnya. Pada tahap satu, kata Solihin desanya menerima Dana Desa sebesar Rp118 juta, dan tahap dua juga Rp118 juta. Rencananya, di tahap tiga, pihaknya akan menerima sebesar Rp50 juta. "Totalnya, kami dapat sekitar Rp286 juta per tahun 2015 ini, yang dialokasikan untuk infrastruktur, pendidikan dan operasional desa," paparnya. (Teddy)