Pemilihan Ketum HMI Jangan Gunakan Cara Kotor

Ketapang, Obsessionnews – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan menggelar kongres ke-29 di Pekanbaru, Riau, pada 22-26 November 2015. Agenda rutin 2 tahunan tersebut merupakan musyawarah bagi kader HMI yang memiliki pengurus cabang menyebar di 34 provinsi se-Indonesia. Kongers HMI kali ini, mendapat sorotan dan tanggapan kritis dari kalangan pengurus Cabang se-Indonesia, diantaranya Ketua Umum HMI Cabang Ketapang Badan Koordinasi Kalimantan Barat, Supardiansyah. Ia berharap Kongres tidak dicemari kepentingan pragmatis dan praktik-praktik cara kotor untuk merebut jabatan ketua umum (ketum) HMI. “Kongres di Kota Pekanbaru diharapkan lebih baik dari kongres sebelumnya yang berlangsung satu bulan di Jakarta, Kongres merupakan forum tertinggi dan untuk membahas keorganisasi agar berjalan dengan dinamis, bukan malah terkesan membuang waktu,” uingkapnya kepada obsessionnews.com, Sabtu (7/11). Menurut Supardiansyah, HMI adalah organisasi perjuangan yang secara lahiriyah memperjuangkan hak demi kemaslahatan ummat dan bangsa. “Namun lucu, bilamana kongres tidak mampu merumuskan dan menghasilkan segala keputusan untuk kebaikan bangsa ini,” tandasnya Alumnus sekolah tinggi agam islam (STAI) Al-Haudl Ketapang ini menyatakan, HMI Cabang Ketapang akan berpartisipasi aktif dan kritis pada kongres kali ini serta ikut merumuskan demi untuk kemajuan organisasi bangsa dan negara, “Kongres HMI harus dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab sehingga mampu menghasilkan keputusan untuk kepentingan himpunan, bangsa dan negara. Banyak persoalan bangsa yang harus diselesaikan seperti kesehatan, kemiskinan, pendidikan dan kabut asap serta pelestarian lingkungan,” tegasnya “HMI Cabang Ketapang pun mengutuk keras atas praktik-praktik politik pragmatis yang berusaha membeli suara pada kongres kali ini,” tandas ketua umum HMI Ketapang. [caption id="attachment_72269" align="aligncenter" width="480"]
Temangung Udayana Ketua umum HMI Cabang Samarinda Kaltim[/caption] Secara terpisah, Ketua Umum Cabang Samarinda Badan Koordinasi Kalimantan Timur, Tumenggung Udayana kepada Obsessioneews.com Sabtu (7/11), menanggapi secara kritis dan berharap kongres HMI kali ini berkualitas. Menurutnya, HMI telah banyak mencetak tokoh bangsa adalah bukti bahwa HMI sebagai organisasi kader yang dalam aktifitasnya selalu berorientasi pada perkaderan. “Seiring berjalannya waktu juga, proses perkaderan HMI baik secara kuantitas maupun kualitas sudah mulai memudar, HMI seolah kehilangan arah. Walaupun sudah sangat jelas tujuan dari organisasi ini yakni terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT,” bebernya. Menurut dia, HMI perlu melakukan penguatan secara kelembagaan serta individu kader dengan segera mungkin.karena momentum kongres merupakan forum untuk perbaikan garis haluan organisasi ini berjalan, pungkasnya “Kongres bukan hanya berbicara tentang pemilihan ketua umum saja, dalam forum tertinggi ini para kader se-Indonesia akan membicarakan gagasan dan arah gerak HMI ke depannya. Diantaranya penguatan perkaderan, pembenahan konstitusi, program kerja nasional yang sesuia dengan kebutuhan dan ruang lingkup cabang se-Indonesia,” jelasnya Agung, sapaan akrab Tumenggung, juga menyinggung praktik-praktik kotor dalam pemilihan ketua umum PB HMI. Ia pun menuturkan, tidak layak dan sewajarnya kandidat ketua umum melakukan praktik-praktik kotor dalam kongres. “Sebab, hal itu melanggar konstitusi dan sudah tidak layak memimpin HMI karena sudah mencederai fitrah dan marwah HMI sebagai organisasi islam terbesar di Indonesia!” serunya. Kongres ke-29 HMI akan melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), yang akan menggantikan Muhammad Arif Rosyid Hassan sebagai ketua umum. Dari hasil verifikasi yang dilakukan steering committee, obsessionnews.com memperoleh informasi ada 23 nama yang telah ditetapkan sebagai bakal calon Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2017. Berikut 23 nama bakal calon kandidat ketua umum PB HMI: 1. Ahmad Tantowi 2. Bambang Pria Kusuma 3. Aristianto Zamzami 4. Hary Rizky Perdana Putra 5. Azhar Kahfi 6. Ricky Valentino 7. Ariyanto Tinendung 8. Herianto Minda 9. Mulyadi P. Tamsir 10. Tegar Yusuf Putuhena 11. M Chairul 12. Herri Mauliza (Ori) 13. Faisal Muchlis 14. M Ridwan Dalimunthe 15. Masyhur Harahap 16. Agustoro 17. Pahmuddin 18. Faturrahman 19. Rizal Maulan 20. Nurhaidan 21. Arista Junaidi 22. Arman Saputra 23. Endah Cahya Lebih lanjut, Supardiansyah berharap, Kongres tidak dicemari dengan oknum-oknum yang pragmatis dan menggunakan praktik cara-cara kotor untuk merebut jabatan ketua umum HMI. Pasalnya, Kongres tidak hanya sekadar memilih ketua umum, melainkan ajang silaturahmi dan konsolidasi antar kader se-Indonesia. Selain itu, jelasnya, membahas hal-hal terkini tentang ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. organisasi perkaderan yang banyak mencetak anak-anak bangsa yang prestasi yang menjadi tokoh-tokoh di segala bidang harus melihat kekinian dalam pola perkaderan yang digelar baik pada tingkat Komisariat, Cabang Badan koordinasi maupun Pengurus Besar sekalipun. Bahkan, lanjut dia, perkaderan HMI juga harus mampu menempatkan posisinya sebagai kekuatan yang sejajar dengan jalannya pemerintah, karena HMI merupakan organisasi yang independen dan kritis terhadap persoalan bangsa. “Independen dalam HMI adalah menyuarakan sesuatu pada jalur kebenaran,” tegas Supardiansyah. (Saufi)
Temangung Udayana Ketua umum HMI Cabang Samarinda Kaltim[/caption] Secara terpisah, Ketua Umum Cabang Samarinda Badan Koordinasi Kalimantan Timur, Tumenggung Udayana kepada Obsessioneews.com Sabtu (7/11), menanggapi secara kritis dan berharap kongres HMI kali ini berkualitas. Menurutnya, HMI telah banyak mencetak tokoh bangsa adalah bukti bahwa HMI sebagai organisasi kader yang dalam aktifitasnya selalu berorientasi pada perkaderan. “Seiring berjalannya waktu juga, proses perkaderan HMI baik secara kuantitas maupun kualitas sudah mulai memudar, HMI seolah kehilangan arah. Walaupun sudah sangat jelas tujuan dari organisasi ini yakni terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT,” bebernya. Menurut dia, HMI perlu melakukan penguatan secara kelembagaan serta individu kader dengan segera mungkin.karena momentum kongres merupakan forum untuk perbaikan garis haluan organisasi ini berjalan, pungkasnya “Kongres bukan hanya berbicara tentang pemilihan ketua umum saja, dalam forum tertinggi ini para kader se-Indonesia akan membicarakan gagasan dan arah gerak HMI ke depannya. Diantaranya penguatan perkaderan, pembenahan konstitusi, program kerja nasional yang sesuia dengan kebutuhan dan ruang lingkup cabang se-Indonesia,” jelasnya Agung, sapaan akrab Tumenggung, juga menyinggung praktik-praktik kotor dalam pemilihan ketua umum PB HMI. Ia pun menuturkan, tidak layak dan sewajarnya kandidat ketua umum melakukan praktik-praktik kotor dalam kongres. “Sebab, hal itu melanggar konstitusi dan sudah tidak layak memimpin HMI karena sudah mencederai fitrah dan marwah HMI sebagai organisasi islam terbesar di Indonesia!” serunya. Kongres ke-29 HMI akan melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh organisasi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), yang akan menggantikan Muhammad Arif Rosyid Hassan sebagai ketua umum. Dari hasil verifikasi yang dilakukan steering committee, obsessionnews.com memperoleh informasi ada 23 nama yang telah ditetapkan sebagai bakal calon Ketua Umum PB HMI Periode 2015-2017. Berikut 23 nama bakal calon kandidat ketua umum PB HMI: 1. Ahmad Tantowi 2. Bambang Pria Kusuma 3. Aristianto Zamzami 4. Hary Rizky Perdana Putra 5. Azhar Kahfi 6. Ricky Valentino 7. Ariyanto Tinendung 8. Herianto Minda 9. Mulyadi P. Tamsir 10. Tegar Yusuf Putuhena 11. M Chairul 12. Herri Mauliza (Ori) 13. Faisal Muchlis 14. M Ridwan Dalimunthe 15. Masyhur Harahap 16. Agustoro 17. Pahmuddin 18. Faturrahman 19. Rizal Maulan 20. Nurhaidan 21. Arista Junaidi 22. Arman Saputra 23. Endah Cahya Lebih lanjut, Supardiansyah berharap, Kongres tidak dicemari dengan oknum-oknum yang pragmatis dan menggunakan praktik cara-cara kotor untuk merebut jabatan ketua umum HMI. Pasalnya, Kongres tidak hanya sekadar memilih ketua umum, melainkan ajang silaturahmi dan konsolidasi antar kader se-Indonesia. Selain itu, jelasnya, membahas hal-hal terkini tentang ke-Islaman dan ke-Indonesiaan. organisasi perkaderan yang banyak mencetak anak-anak bangsa yang prestasi yang menjadi tokoh-tokoh di segala bidang harus melihat kekinian dalam pola perkaderan yang digelar baik pada tingkat Komisariat, Cabang Badan koordinasi maupun Pengurus Besar sekalipun. Bahkan, lanjut dia, perkaderan HMI juga harus mampu menempatkan posisinya sebagai kekuatan yang sejajar dengan jalannya pemerintah, karena HMI merupakan organisasi yang independen dan kritis terhadap persoalan bangsa. “Independen dalam HMI adalah menyuarakan sesuatu pada jalur kebenaran,” tegas Supardiansyah. (Saufi) 




























