Noorsy Minta Umat Islam Belajar Dari Partai AKP Turki

Jakarta - Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy menyambut baik kemenangan Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) pada pemilu Turki kali ini. Partai di bawah pimpinan Perdana Menteri Erdogan ini menguasai suara 45 persen atau suara mayoritas untuk membentuk pemerintahan. “Kemenangan Partai AKP harus menjadi contoh bagi umat Islam di Indonesia,” ujar Ichsanuddin Noorsy ketika memberi tausiah di Mesjid Baitussalam, Kalideres, Jakarta Barat, Jum’at (6/11/2015). Berbicara dalam Tema tentang Masa Depan Ekonomi Umat usai Shalat Jumat, Noorsy menekankan peranan sentral mesjid dalam membangun agenda umat. Menurutnya, mesjid bisa menjadi alat pemersatu umat di bidang politik dan ekonomi. Kandidat Cagub DKI Jakarta 2017 dari jalur independen ini menilai kemenangan Partai AKP meski bukan partai Islam harus diapresiasi. “AKP di bawah Erdogan telah mengembalikan sekularisme Turki sejak dipimpin oleh Kemal Ataturk dan kini kembali dalam semangat kebangkitan Islam di Eropa,” paparnya. Erdogan dikenal figur pemimpin yang peduli dengan ajaran Islam. Bahkan ia banyak memerintahkan rakyatnya untuk rajin sholat subuh dan sholat fardu lain ke mesjid. Rakyat Turki, kata Noorsy, selain sholat juga mengagendakan apa yang harus diperbuat hari ini dan hari mendatang. Kepada pengurus Mesjid Baitussalam, Noorsy meminta agar mereka belajar dari sukses Turki mambangun kesadaran umat akan haknya dibidang politik, ekonomi, pendidikan dan lainnya. Mesjid di Indonesia dan Jakarta telah telalu lama hanya dipakai untuk kepentingan ibadah semata. Padahal, mesjid seharusnya juga mampu menjadi lembaga yang memberdayakan ekonomi umat, anak yatim dan kaum duafa lainnya. Terkait bidang ekonomi, dia meminta agar pengurus mesjid mendirikan lembaga Koperasi Syariah atau Baitul Mal Wa Tamwil. BMT ini nantinya bisa menjadi lembaga bagi pemberdayaan ekonomi umat sekaligus lembaga untuk memerangi merajelelanya praktek bunga (riba) dalam kredit motor, mobil hingga rumah. “Dengan memiliki BMT, Mesjid tidak hanya melakukan pemberdayaan ekonomi umat namun juga membuka banyak peluang pekerjaan lainnya,” papar Noorsy. Dalam kunjungan Noorsy ke Mesjid Assirodj di di Kebayoran Lama sebelumnya, pengurus Mesjidnya sudah memiliki BMT yang berjalan dengan baik. “Apa yang dilakukan mesjid Assirodj patutu ditiru oleh pengurus Mesjid Baitussalam,” paparnya. Kunjungan Noorsy ke sejumlah mesjid di Jakarta ini dilakukan dalam rangkaian silaturahmi dengan umat Islam di Jakarta terkait agenda pembaharuan ekonomi umat melalui pemberantasan praktek riba. (Red)





























