KUKM Buka Peluang Pasok Merchandise Harley Davidson

KUKM Buka Peluang Pasok Merchandise Harley Davidson
Jakarta, Obsessionnews - Memasuki segmen kelas atas dan global tidaklah gampang. Persyaratan kualitas dan persyaratan lainnya pun tidak mudah dipenuhi oleh pelaku usaha koperasi dan UKM. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen memajukan dan memberdayakan koperasi dan UKM di seluruh Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga usai menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Koperasi Nasional Aku Mandiri dengan HDMC, di Kuta, Bali, seperti ditulis dalam siaran pers, Sabtu (7/11/2015). "Kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada Koperasi Nasional Aku Mandiri dan Harley Davidson Motor Cycles (HDMC) atas usahanya ikut memajukan koperasi dan UKM Indonesia lewat pelatihan, pemasaran, dan peningkatan kemampuan KUKM, sehingga dapat memasarkan produk dengan brand Harley Davidson," kata Puspayoga. Kerjasama tersebut dalam bentuk memperoleh akses langsung pemasaran produk kerajinan merchandise ke anggota Harley Owners. Penandatanganan MoU dilakukan Ketua Koperasi Nasional Aku Mandiri Reza Fabianus dengan Representatif HDMC Indonesia Ponti Pandean. Turut hadir dalam acara itu, Vice President Harley Davidson Bill Davidson dan Manager Regional Martin Engelberth. Dalam kesempatan itu pula, Puspayoga menyampaikan kebanggaannya atas keunggulan produk, kemampuan SDM dan kreatifitas KUKM Indonesia. Penandatanganan kerjasama pemasaran itu merupakan pembuktian kepada dunia bahwa KUKM Indonesia sejajar dengan perusahaan brand dunia sehingga dipercaya untuk memasok kebutuhan HDMC. "Apa yang dilakukan Kopnas Aku Mandiri menunjukkan kembali bahwa koperasi merupakan lembaga ekonomi yang sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia seperti dicita-citakan oleh para founding fathers kita, terutama Bung Hatta. Koperasi bahkan menjadi amanat UUD 45 Pasal 33 menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun berdasar asas kekeluargaan untuk menciptakan kesejahteraan anggota dan bangsa," tutur Menkop. Sementara itu, menurut Reza, koperasi yang beranggotakan pelaku UKM kerajinan perak di Celuk (Bali), Lumajang (Jatim) dan pembuat jaket kulit dari Garut (Jabar) itu bakal mendapatkan nilai tambah dari kesepakatan ini. "Melalui koperasi, kekuatan para UKM yang disebut sebagai pengusaha mikro, kecil dan menengah dapat mempunyai nilai tawar yang tinggi dan dapat, dapat sejajar dengan perusahaan dunia," katanya. Kerjasama resmi pemasaran produk merchandise Harley Davidson seperti jaket kulit, sepatu boots, gelang perak 'tulang naga', antara Kopnas Aku Mandiri dengan HDMC ini merupakan terobosan, short cut, bagi perajin perak, jaket kulit masuk ke segmen kelas atas dan global. Sedangkan Ponti mengatakan bahwa Harley Owners Group (HOG) merupakan komunitas terbesar di dunia saat ini, dengan jumlah anggota sekitar satu juta pengendara motor. Di Asia Pasifik, Harley-Davidson memiliki kantor regional di Singapura, dan mengoperasikan 235 dealers dan chapters dengan jumlah anggota aktif mencapai 74.000 peserta. Pada tahun ini, 1.460 dealers mandiri dari 90 negara berhasil membukukan total penjualan sebesar 270.000 sepeda motor. "HOG merupakan peluang pasar yang besar bagi UMKM Indonesia sebab data menunjukkan bahwa hasil dari penjualan merchandise resmi Harley Davidson seperti jaket kulit, helm, topi, asesoris, dompet kulit, dll nilainya per bulan melebihi dari hasil penjualan motor itu sendiri yaitu sebesar 30%," jelas Ponti. Tak hanya itu, kerjasama ini juga akan dikembangkan lebih besar. Misalnya, dengan usaha perakitan sepeda motor Harley (CKD) dengan melibatkan bahan-bahan lokal dan tenaga-tenaga terampil UKM dengan peningkatan SDM anggota Kopnas Aku Mandiri. (Has)