Tinjau Industri Galangan Kapal, Jokowi Sapa Pekerja

Tinjau Industri Galangan Kapal, Jokowi Sapa Pekerja
Bandar Lampung, Obsessionnews - Setelah melihat pembangunan jalan tol Trans Sumatera, Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo melihat Galangan Kapal PT Daya Radar Utama di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Jumat (6/11/2015). Didampingi sejumlah menteri kabinet kerja, dan Gubernur Provinsi Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Presiden tiba di lokasi galangan kapal pukul 16.30 dan disambut Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Herdinal dan Direktur Utama PT Daya Radar Utama Amir Gunawan. Dalam tinjauan tersebut, Presiden melihat sejumlah fasilitas di lokasi industri yang beroperasi pada tahun 2008 seperti fasilitas permesinan, workshop pemotongan plat, graving dock terbesar di Selat Sunda serta sejumlah kapal yang saat ini sedang dibangun. Saat berjalan, dari kejauhan tampak beberapa pekerja di sebuah kapal yang tengah dibuat dan memiliki ketinggian sekitar 20 meter. Presiden pun melambaikan tangan ke para pekerja. Setelah melihat beberapa kapal yang tengah dibangun, Jokowi meninggalkan PT Daya Radar Utama tanpa memberikan komentar apapun. Direktur Utama PT Daya Radar Utama Amir Gunawan kepada Presiden menjelaskan  mengenai kemampuan galangan nasional dalam membangun berbagai kebutuhan kapal dalam nasional. "Kami juga menjelaskan  besarnya kandungan lokal yang diserap pada proyek-proyek kapal yang dibangun pada galangan kami," ujarnya. Dia menjelaskan sejak berdiri hingga sekarang, sudah lebih dari 120 unit kapal dengan berbagai tipe dan ukuran, baik kapal negara, alutsista, kapal perintis, kapal penunjang operasi lepas pantai (offshore) minyak dan gas maupun kapal niaga nasional. PT DRU memiliki tiga galangan, masing-masing di Unit Jakarta, Unit Lampung dan Unit Surabaya. Khusus unit Lampung, selama  2015 ini, perseroan telah menyerahkan dua unit kapal masing-masing kapal Roro 5.000 GT pesanan Kementerian Perhubungan, kapal pengangkut tank (landing ship tank/LST) TNI Angkatan Laut pesanan Kementerian Pertahanan. Sementara kapal-kapal yang sedang dalam proses pembangunan sebanyak 11 unit, masing-masing kapal Fast Patrol Boat Bea dan Cukai sebanyak 9 unit, kapal tanker 3.500 dead weight tonnage (DWT) yang akan bekerja untuk PT Pertamina (Persero) dan kapal Roro 500 GT masing-masing sebanyak satu unit pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Saat ini, PT DRU  sudah merampungkan pembanbungunan fasilitas graving dock yakni fasilitas untuk perbaikan kapal yang mampu menampung kapal dengan bobot 40.000 dead weight tonnage atau setara dengan kapal kontainer berkapasitas 3.000 TEUs. Fasilitas ini terwujud berkat adanya kolaborasi antara BUMN dan swasta. PT Bank BNI (Persero) selaku penyandang dana dan PT Waskita Karya (Persero) sebagai kontraktor, sedangkan PT DRU mengoperasikan fasilitas graving dock tersebut. Kapal-kapal yang beroperasi pada lintas penyeberangan Merak-Bakauheni maupun kapal-kapal dalam rangka Tol Laut dapat dibangun dan diperbaiki di galangan ini. "Kami membangun fasilitas ini sesuai dengan program mewujudkan Indonesia sebagai .Poros Maritim Dunia," jelas Amir. PT. Daya Radar Utama adalah satu galangan kapal di Indonesia yang sudah hadir lebih dari 40 tahun yang lalu. Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PT. Daya Radar Utama telah menjadi salah satu galangan di Indonesia yang telah membangun dan memperbaiki berbagai macam kapal dari bahan baja, aluminium alloy dan fiberglass reinforced plastic. (Has)