Pembahasan Revisi KUHP Selalu Tertutup, Apa Motifnya?

Jakarta, Obsessionnews - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI melalui Komisi III beberapa kali melakukan rapat Panitia Kerja (Panja) untuk membahas revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Namun, rapat tersebut selalu berlangsung secara tertutup dan terkesan 'rahasia'. Apa motifnya? Padahal seharusnya terbuka untuk diketahui publik. Anggota Aliansi Nasional Reformasi KUHP, Miko Susanto Ginting menduga ada beberapa pasal subtansial yang akan dirubah oleh Panja RKUHP. Sebab, diketahui, revisi itu banyak mendapat penolakan dari masyarakat dan aktivis pemberantasan korupsi. "Pelibatan publik dari awal seharusnya dilakukan dengan memberikan akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Pelibatan itu tidak terbatas kepada informasi agenda, namun juga rapat yang terbuka," ujar Miko melalui keterangan persnya, Selasa (3/11/2015). Miko bersama yang lain, meminta kepada Panja RKUHP untuk melakukan rapat terbuka, agar seluruh pembahasan pasal-pasal yang akan direvisi bisa terkontrol, dan tersampaikan melalui media. Ia menyayangkan selama ini rapat selalu diadakan di hotel. "Diharapkan mengurangi rapat pembahasan di hotel-hotel secara tertutup. Lebih-lebih pada malam hari," tuturnya. Dengan demikian, Miko kembali meminta agar Panja menghindari Pasal 248 Tata Tertib DPR yang menyatakan : 1. Rapat tertutup dapat dinyatakan bersifat rahasia. 2. Pembicaraan dan keputusan dalam rapat tertutup yang bersifat rahasia dilarang diumumkan/disampaikan kepada pihak lain atau publik. 3. Sifat rahasia sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dipegang teguh oleh mereka yang mengetahui pembicaraan dalam rapat tertutup tersebut. 4. Karena sifatnya dan/atau karena hal tertentu, baik atas usul ketua rapat atau anggota maupun atas usul salah satu Fraksi dan/atau Pemerintah yang menghadiri rapat tersebut, rapat dapat memutuskan untuk mengumumkan seluruh atau sebagian pembicaraan dalam rapat tertutup itu. Diketahui, rapat Panja KUHP selama ini sering dilakukan dihotel. Terakhir rapat dilakukan di Hotel Century, pada Kamis (29/10) malam. Rapat juga berlangsung tertutup. (Albar)





























