Neraca Perdagangan RI - Finlandia Ditargetkan US$ 1 M

Neraca Perdagangan RI - Finlandia Ditargetkan US$ 1 M
Jakarta, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan peningkatan neraca perdagangan antara Indonesia dengan Finlandia mencapai US$ 1 miliar pada tahun 2016. Jokowi mengatakan kerjasama kedua negara di bidang perdagangan sejak tahun 2014 telah mencapai US$780 juta. Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi usai mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Finlandia Sauli Niinisto di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (3/11/2015). Kesepakatan kerjasama tersebut dituangkan dalam penandatanganan sejumlah nota kesepahaman. "Dan kita juga sepakat terus meningkatkan investasi agar dapat mencapai US$ 3,6 juta," ujar Presiden Jokowi saat menggelar jumpa pers. Peningkatan investasi juga menjadi kesepakatan dari kedua pemerintahan tersebut. Bersamaan dengan itu, Jokowi bertekad memberi kebebasan kepada para pengusaha Finlandia untuk menanamkan investasinya di Indonesia. Pemerintah RI kata Jokowi memberi kesempatan seluas-luasnya. "Kita menyambut baik kedatangan Presiden dengan 11 pengusaha top dari Finlandia untuk memanfaatkan peluang yang terbuka lebar di Indonesia," terang Jokowi. Jokowi mengapresiasi kedatangan Presiden Finlandia Sauli Niinisto bersama 11 pengusaha ternama asal negar tersebut ke Indonesia. Kunjungan kehormatan ini diharapkan bisa meningkatkan hubungan bilateral kedua negara yang sudah terjalin selama 61 tahun ini. "Di bidang energi kita mengajak Finlandia untuk bekerjasama mengembangkan energi terbarukan dan efisiensi ekonomi," kata Jokowi. Presiden Finlandia, Sauli Vainamo Niinisto mengaku senang, karena kunjungannya ke Indonesia kali ini juga mengikutsertakan para pengusaha. Finlandia, kata Sauli Niinisto, juga akan menerima Indonesia dengan senang hati ketika akan bertindak selaku tuan rumah. "Saya sangat senang telah mengidentifikasikan sektor yang bisa menguntungkan. Kami berdiskusi pada sektor ekonomi dan energi, ada juga peluang peningkatan kerja sama di bidang pendidikan," ujar Sauli Niinisto. (Has)