KPU Gagas Election Visit, Pemantau Internasional Turut Dilibatkan

Jakarta, Obsessionnews - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengadakan Election Visit dalam rangka menyambut pelaksanaan Pilkada Serentak 2015. Election Visit ini akan melibatkan lembaga pemantau internasional, kantor perwakilan negara sahabat yang ada di Jakarta, serta lembaga-lembaga nasional yang punya perhatian terhadap Pemilu. "Kami mengemas suatu kegiatan election visit untuk Pilkada," ujar Ketua KPU Husni Kamil Manik seusai bersama pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2015). Husni menjelaskan rangkaian Election Visit direncanakan akan digelar pada 8 Desember 2015 diawali dengan Workshop. Selanjutnya, pada 9 Desember para delegasi akan dibawa mengunjungi tempat pemungutan suara yang terdekat dari Ibukota Jakarta. yaitu Pilkada Depok (Jabar) dan Tangerang Selatan (Banten). "Selanjutnya dari lapangan akan ada diskusi untuk evaluasi," kata dia. Menurut Husni, pihaknya telah mengajukan kepada Presiden Jokowi agar proses pembukaan Pilkada serentak secara resmi bisa dilaksanakan di Istana Negara, dan dibuka langsung oleh Presiden. Namun sejauh ini belum diketahui kesediaan Presiden Jokowi atas permintaan tersebut. Husni berharap agar pemerintah mendukung kegiatan sosialisasi pilkada baik di tingkat pusat maupun di daerah. Seluruh kantor pemerintah itu juga diminta melakukan aktivitas partisipasi sosialisasi untuk menambah kesemarakan Pilkada serentak itu. Ia meyakini, pada 2 (dua) minggu ke depan akan kelihatan kegiatan yang bisa mengundang perhatian masyarakat karena pelaksanaan Pilkda akan masuk pada lap terakhir. Ia memperkirakan, dalam sisa waktu itu pasangan calon maupun penyelenggara Pemilu akan memanfaatkan waktu ini untuk menunjukkan kemeriahan. Pelaksanaan Pilkada serentak telah memasuki tahapan kampanye, Husni Kamil mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan waktu yang tersisa dalam waktu 1 (satu) bulan untuk melakukan sosialisasi dengan strategi direct selling. "Petugas kami PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang sekarang ada digerakkan menyasar para tokoh masyarakat di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan," lanjutnya. "Ketika KPPS terbentuk diakhir bulan november mereka juga digerakkan untuk langsung bertemu pemilih di alamat rumahnya karena ada kewajiban kami untuk memberitahukan kepada pemilih formulir C6," ucap Husni. (Has)





























