Karena Boros Panen Ikan Menyusut

Karena Boros Panen Ikan Menyusut
Jakarta, Obsessionnews - Lantaran sudah banyak upaya dilakukan seperti pelaksanaan Good Handling Practices (GHP), Good Manufacturing Practices (GMP), dan sistem rantai dingin, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menghadapi dilema produksi perikanan akibat susutnya hasil panen yang memicu kerugian mencapai Rp 30 triliun. PLT Kepala Balitbang KP, Nilanto Perbowo pada keterangan tertulisnya bilang, susut panen ini terbilang tinggi dengan posisi 30%. Dan perhitungan Food and Agriculture Organization (FAO) menyatakan levelnya 35%. Perhitungan KKP berdasar data tangkapan ikan laut di Indonesia pada 2014, jumlahnya mencapai 5,8 juta ton atau senilai Rp 99 triliun. Makanya, susut diperkirakan mencapai Rp 30 triliun. Susut hasil pasca panen kata Nilanto bisa diartikan sebagai berkurangnya jumlah sumber pangan perikanan yang bisa dikonsumsi dan terjadi dalam rantai distribusi mulai penangkapan, penanganan pasca panen, pengolahan serta pemasaran. Ini pun berdampak pada nilai ekonomi. Sejumlah nelayan sedang menarik jala yang berisi ikan dari kapal di Muara Angke, Jakarta, Selasa (7/7). Beberapa alasan melimpahnya pasokan ikan tahun ini tak terlepas dari kebijakan pemerintah memberantas illegal fishing yang sudah lama dibiarkan marak. selama bulan ramadan hingga H+7 lebaran nanti, kebutuhan ikan laut diperkirakan mencapai 1,1 juta ton. Kebutuhan tersebut mampu dicukupi oleh pasokan yang mencapai 1,25 juta ton. Foto: Edwin B/Obsessionnews Selain itu, juga berdampak pada kualitas dan keamanan pangan, lingkungan, serta keberlanjutan sumber daya perikanan hingga akhirnya berimbas pada pembangunan ekonomi. Di satu sisi, Nilanto bilang pihaknya berupaya meningkatkan produksi perikanan sampai akhirnya overfishing di beberapa tempat. Tapi di sisi lain, ada dilema yang kudu dihadapi. Upaya mengembalikan kondisi perikanan tangkap, harus kembali ke level pelestarian yang membutuhkan waktu panjang serta kendali sistem intensif. Dengan begitu, eksploitasi hasil tangkapan yang belum terpenuhi bisa ditingkatkan. Selanjutnya, kebutuhan domestik dan permintaan dunia juga cenderung meningkat akibat bertambahnya jumlah penduduk. Akibatnya, kesenjangan antara pasokan dan permintaan lahir karena tidak terlaksananya GHP serta GMP hingga berdampak pada tingginya susut hasil panen. Nilanto bilang, susut hasil pasca panen tersebut mengindikasikan perilaku boros dalam memanfaatkan sumber daya alam.(Mahbub Junaidi)   Ikan hasil tangkapan nelayan di Muara Angke, Jakarta, Selasa (7/7). Beberapa alasan melimpahnya pasokan ikan tahun ini tak terlepas dari kebijakan pemerintah memberantas illegal fishing yang sudah lama dibiarkan marak. selama bulan ramadan hingga H+7 lebaran nanti, kebutuhan ikan laut diperkirakan mencapai 1,1 juta ton. Kebutuhan tersebut mampu dicukupi oleh pasokan yang mencapai 1,25 juta ton. Foto: Edwin B/Obsessionnews