Pertama di Sumbar, Kepala Daerah Dipimpin Perempuan

Pertama di Sumbar, Kepala Daerah Dipimpin Perempuan
Padang, Obsessionnews- Selama pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) berlangsung, penjabat (pj) kepala daerah di Sumatera Barat (Sumbar) harus mampu menjamin netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Jelang pilkada digelar 9 Desember 2015, penyelenggaraan pemerintah harus berjalan sebagaimana mestinya. Pj Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek meminta kepada Penjabat bupati supayngatakan, selama penyelenggaraan pilkada, birokrasi tidak boleh terpecah, akibat ASN tidak netral. "Untuk itu, Pj harus dapat menjamin netralitas ASN dan tidak boleh memihak kepada salah satu pasangan calon, sehingga kondusifitas selama pilkada dapat tercipta dengan baik," ujar Donny dalam sambutannya ketika pengambilan sumpah jabatan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar, Rosnini Savitri sebagai Pj Bupati Padang Pariaman, Senin (2/11). Selain melantik Rosnini Savitri menjadi Pj Bupati Padang Pariaman, hari bersamaan Pj Gubernur Sumbar juga melantik Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar, Mudrika sebaga Pj Bupati Sijunjung. mudrika2 Kepala Dinas Kesehatan Povinsi Sumbar, Roisnini Savitri yang ditunjuk menjadi Penjabat Bupati Padang Pariaman adalah yang pertama dalam sejarah, perempuan ditunjuk jadi kepala daerah di Sumbar. Meski yang pertama perempuan ditunjuk menjabat sebagai kepala daerah, harus lebih baik dari kepala daerah yang dipimpimpin kaum laki-laki, sekalipun jabatannya hingga bupati terpilih ditantik. Reydonnyzar Moenek meminta kepada Rosnini Savitri untuk mensukseskan penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) dan menjalan pemerintahan secara efektif serta menjamin netralitas ASN. "Selama pilkada, kondusifitas dan harmonisasi harus tetap terjaga dengan baik. Birokrasi tidak boleh terpecah akibat tidak bisa menjaga netralitas ASN," kata Donny mengingatkan. Penjabat bupati di Sumbar yang sudah dilantik baru 11 daerah dari 13 daerah kabupaten kota yang menyelenggarakan pilkada serentak. Penjabat bupati yang belum dilantik di dua daerah yaitu Kabupaten Agam dan Limapuluh Kota. Sementara 11 daerah yang sudah dilantik Penjabat kepala daerah, yaitu, Kabupaten Solok, Pasaman, Pasaman Barat, Tanahdatar, Padang Pariaman, Sijunjung, Pesisir Selatan, Dharmasraya,  Solok Selatan, Kota Solok dan Kota Bukittinggi. (Musthafa Ritonga)