Ketua BPK Sambut Baik Pembangunan Zona Integritas DPR

Ketua BPK Sambut Baik Pembangunan Zona Integritas DPR
Jakarta, Obsessionnews - Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Harry Azhar Azis menyambut baik langkah DPR yang mencanangkan kawasan Gedung DPR sebagai zona integritas yang bebas dari praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Menurutnya, langkah tersebut merupakan suatu kemajuan dan patut diapresiasi. "Saya menyambut baik dan memberi apresiasi acara ini. Seluruh rangkaian acara yang baru kita saksikan menjadi bukti adanya tekad yang baru dari lingkungan DPR RI mengambil prakarsa dan mencegah korupsi di lingkungannya," ujar Harry di DPR, Senin (2/11/2015). Herry menuturkan, pencanangan zona integritas ini sudah sesuai dengan semangat Presiden Joko Widodo dalam program Nawa Citanya, yang ingin ada perubahan reformasi birokrasi yang jauh dari KKN. ‎"Dengan adanya zona ini, diharapkan bisa menghasilkan birokrasi yang efektif," tuturnya. Ia kembali menjelaskan, adanya Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi didasari, lantaran‎ selama ini pemerintah diasumsikan tidak bersih dari praktek KKN. Karena itu, gerakan reformasi birokrasi memang perlu dilakukan dengan pencanangan zona integritas. ‎‎"Reformasi birokrasi yang dilakukan di Indonesia didasari karena kolusi dan nepotisme masih sering terjadi," jelasnya. Selain itu, pelayanan pemerintah terhadap masyarakat masih kurang. Kemudian tidak adanya efisiensi dan efektivitas dari penyelenggaraan negara. Etos kerja dan kedisiplinan yang masih kurang. "Ditambah kondisi dan budaya kita yang belum bersih," tambahnya. Diketahui, pagi ini DPR mencanangkan zona integritas di wilayah gedung DPR yan bebas korupsi. Keseriusan itu ditandai dengan aksi tandatangan fakta integritas dari seluruh pegawai DPR. Sekretariat Jenderal DPR, Winatuningtyastiti juga sudah memerintahkan seluruh pegawai DPR untuk melaporkan hasil kekayaanya kepada KPK. Selain Herry, acara penandatatangan itu juga dihadiri oleh Ketua KPK, Taufiequrachman Ruki, Menpan RB, Yuudy Chrisnandi, Sekjen DPR, Tyas, Ketua DPR, Setya Novanto, beserta para pegawai DPR. (Albar)