Dimas Inginkan Depok Jadi Kota Anak Muda Kreatif

Depok, Obsessionnews - Calon Wali Kota Depok nomor urut satu, Dimas Oky Nugroho tidak menginginkan anak muda Depok dalam perhelatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) nanti menjadi pecundang. Menurutnya, anak muda Depok perlu peningkatan kualitas pengetahuan yang berdaya saing internasional. Sebab kata Dimas globalisasi persoalan menang kalah, siapa juara siapa pecundang. “Kalau saya jadi Wali Kota Depok maka saya akan perkuat training-training, pelatihan-pelatihan ke luar negeri seperti Amerika, Belanda, Australia, kasi beasiswa tapi mereka harus balik ke Depok dan memang ber KTP Depok. Karena dulu saya begitu. Perlu mengangkat profesionalisme, wajib berbahasa inggris, wajib berbahasa Mandarin dengan merekrut pengajar bule untuk mengajar disekolah-sekolah agar bisa berkopentisi di MEA,” ungkapnya pada Obsessionnews.com, Minggu (1/11/2015). Momentum MEA, tutur Dimas, pemuda Depok harus bangkit sebab kata Dimas masa-masa kedepan itu membuat masyarakat cemas, mau jadi penonton atau pemain utama. “Kita resah, saudara resah, orang tua resah sehingga kita ingin cari sekolah yang bagus. Kalau mau tampil bagus berarti tubuh harus sehat, pikiran harus sehat, kantong harus sehat, tergantung ekonomi sosial. Anak muda yang pro perubahan harus tampil,” serunya. Ia pun mengaku persiapan menghadapi Pilkada sudah cukup matang, meskipun prosesnya tidak cepat. “Karena deklarasi kita baru dua bulan tiga bulanan, alhamdulillha suport kami terus meningkat dan trendnya positif bandingkan dengan calon yang kita lawan sekarang, Dia wakil walikota incumbent dan tentunya persiapanannya sudah lima tahun lalu kan,” tandas Dimas. Merebut simpati masyarakat, pasangan nomor urut satu ini melakukan blusukan dengan kunjungan ke rumah-rumah warga, ketemu para tokoh masyarakat. “Kita bahkan tinggal di rumah warga dengan bergantian, misalnya malam ini di RW, malam selanjutnya kelurahan atau kecamatan. Seminggu dua kali nginap di rumah warga, dari situ kami mendengarkan aspirasi mereka,” tuturnya. Dalam kunjungannya Dimas banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat setempat. “Mereka prihatin dengan kepemimpinan selama ini, mereka tidak mendapatkan sapaan, perhatian tidak pernah di dengar oleh para peminpinnya, mereka merasa seperti itu. Aspirasinya rasional bicara tentang kesehatan, pendidikan tentang masa depan anak-anak mereka, lapangan pekerjaan dan infrastruktur. Kami terus melakukan pendekatan dari hati ke hati,” pungkasnya. Pengamat politik Akar Rumput Foundation ini juga menegaskan pemuda harus berani tampil untuk memimpin Depok. Karena dengan idealisme, semangat dan pengetahuan yang dimiliki kemudian bekerja sama dengan orang-orang yang berpengalaman, dan selama berpikir untuk kebaikan kami optimis untuk membawa perubahan bangsa ini. “Kenapa saya PD karena perubahan itu adalah Sunatullah. Dan perubahan lebih baik itu dalam agama diharuskan," ujar Dimas yakin. Calon usungan PDI Perjuangan ini menyadari jumlah pemilih pemuda Depok lebih banyak 70% dari 1,4 juta pemilih. Dimas mengaku visi misinya semua selaras dengan kepentingan anak muda. Menurutnya, alasan menjadikan pemilu lebih interaktif pertama agendanya selaras dengan kepentingan anak muda, kedua ada figur yang mempresentasikan anak muda, ada orang-orang tim sukses corong yang memang itu diasosiasikan dengan semangat anak muda.” Saya dan Babai punya itu semua, dan kami juga didukung oleh tokoh-tokoh muda,” serunya. Lebih jauh Dimas menginginkan Depok sebagai kota anak muda kreatif Indonesia. “Saya ingin depok menjadi kota anak muda kreatif Indonesia. Saya optimis!” serunya. (Asma)





























