Arca yang 'Hilang' Kini Kembali di Museum Ranggawarsita

Arca yang 'Hilang' Kini Kembali di Museum Ranggawarsita
Semarang, Obsessionnews - Hilangnya arca Ganesha di komplek Candi Duduhan Mijen pada tahun 1979 kini terjawab sudah. Ternyata, arca dewa gajah sisa kejayaan kerajaan Mataram Kuno itu dipajang dengan gagah dalam ruang pamer Museum Mart di Museum Ranggawarsita, Senin (2/11/2015). Sekilas, arca batu peningalan abad ke-18 nampak terawat apik. Keseluruhan patung setinggi setengah meteran ini masih mulus, meski di sekitar belalai Sang Ganesha agak mengelupas. Mengesampingkan semua fakta yang ada, minat pengunjung tetaplah tinggi untuk melihat lebih dekat asal-usul arca berusia ribuan tahun itu. Petugas pelayanan Museum Ranggawarsita, Sunarto menjelaskan arca ini dipajang pernah hilang pada tahun 1979 silam. "Ketika Candi Duduhan pertama kali dieksavasi tahun 1979 silam, ada warga yang menemukan arca Ganesha untuk kemudian dilaporkan kepada Disbudpar Jawa Tengah lalu ditaruh di Sobokarti. Selanjutnya pada 1989 dipindahkan di museum," ujarnya, Senin (2/11/2015). Dahulu, penemuan arca itu membuat bingung pengelola museum. Sebab, saat ditemukan, letak candi berada di wilayah Kendal. Ditilik dari data arkeologi Museum Ranggawarsita, Arca Ganesha telah ada sejak abad ke-8. Sunarto memperkiraan benda sejarah itu peninggalan zaman kerajaan Mataram kuno. Demi menjaga keutuhan arca, petugas musem sering menyemprot air yang dicampur obat kimia untuk menghilangkan lumut yang menempel. Arca Candi Duduhan merupakan satu dari 10 arca yang dipamerkan dalam gelaran Museum Mart 2015 yang berlangsung lima hari ke depan. Selain itu, Arca Wisnu, Arca Shiwa Maha Guru, Arca Brahma hingga patung Sidartha Gautama dan Prasasti Canggal yang ditemukan di Magelang juga dipamerkan dalam ajang yang sama. "Jumlahnya  10 arca dan dua prasasti di ruang pamer seluas 40 meter persegi," kata Sunarto. Ia berharap, keberadaan Arca Candi Duduhan mampu meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap Museum Ranggawarsita. Museum Mart 2015 menargetkan selama lima hari kunjungan acara mencapai 20 ribu orang. "Saya tetap ingin pelajar dan mahasiswa mengunjungi Museum Mart sehingga secara keseluruhan kami bisa melampaui target kunjungan museum di akhir 60 ribu pengunjung," pungkasnya. (Yusuf IH)