28 Persen Warga Jabar Miliki Masalah Gigi

Bandung, Obsessionnews - Persentase permasalahan gigi dan mulut di Jawa Barat mencapai 28%, atau lebih tinggi dari angka nasional yang sebesar 25,9%. Terkait hal itu Pepsodent, AFDOKGI dan PDGI kembali menyelenggarakan Bulan Kesehatan Gigi Nasional yang ke-6 kalinya. Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) kolaborasi antara Unilever melalui brand Pepsodent dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) kembali hadir untuk ke-enam kalinya di tahun 2015 ini, Senin (2/11) di RSGM Unpad Jalan Sekeloa Bandung. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi serta membiasakan masyarakat Indonesia merawat kesehatan gigi serta memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali, BKGN kali ini menargetkan setidaknya 50.000 orang di 25 PDGI Cabang dan 20 Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) yang tersebar di 14 kota di seluruh Indonesia. Hari ini BKGN diselenggarakan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) FKG Universitas Padjajaran (Unpad) selama tiga hari, mulai tanggal 2-4 November 2015. Secara konsisten sejak tahun 2010, BKGN giat mengedukasi serta memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat luas. Lima tahun penyelenggaraan BKGN telah berhasil menjangkau dan mengedukasi 155.451 orang yang tersebar di wilayah Indonesia. Baik Pepsodent, PDGI dan AFDOKGI berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak lagi masyarakat Indonesia yang mendapatkan perawatan kesehatan gigi gratis dan teredukasi akan cara merawat kesehatan gigi dan mulut yang benar.
Guna mengetahui manfaat penyelenggaraan BKGN bagi masyarakat luas, Pepsodent telah menyelenggarakan survei pada BKGN tahun 2014 di 6 kota. “Dari survei yang kami lakukan, perilaku hidup sehat terutama di generasi muda sudah menjadi bagian dari keseharian hidup, terlihat dari kebiasaan menyikat gigi yang sudah baik. Sebanyak 63% mengaku telah menggosok gigi sebanyak dua kali sehari, bahkan 23% diantaranya menyikat gigi sebanyak tiga kali sehari,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc, Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk. Selain itu, hasil survei juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pengunjung BKGN (55%) pernah mengalami sakit gigi, tetapi banyak pula yang belum pernah ke dokter gigi. Alasan utama yang mendorong hal ini adalah anggapan biaya pemeriksaan gigi yang mahal atau tidak merasa perlu ke dokter gigi secara rutin. “Walaupun demikian, kami sangat senang karena BKGN mampu menarik minat masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan giginya. Buktinya, 24% dari responden adalah partisipan dari BKGN tahun sebelumnya dan 33% responden yang sudah lebih dari 1 tahun tidak memeriksakan kondisi kesehatan giginya mendapatkan pemeriksaan gigi di BKGN lalu. Kami harap, makin banyak masyarakat Indonesia yang menyikat gigi di waktu yang benar dan memeriksakan dirinya ke dokter gigi secara rutin,” ujar Mirah.
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut, BKGN yang telah memasuki tahun keenam penyelenggaraan terus memperluas jangkauan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat Indonesia. Terdapat 25 PDGI cabang yang didukung oleh sekitar 1.250 dokter gigi di seluruh Indonesia yang akan berpartisipasi untuk menyukseskan BKGN 2015. Sudah menjadi tugas PDGI untuk terus membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, utamanya pada masalah kesehatan gigi melalui edukasi, pengabdian dan penelitian. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, persentase permasalahan gigi dan mulut di Jawa Barat mencapai 28% atau lebih tinggi dari persentase angka nasional yang sebesar 25,9%. Padahal, keterjangkauan/kemampuan untuk mendapatkan pelayanan dari tenaga medis gigi/EMD (effective medical demand) di Jawa Barat adalah 9,4%, sedikit melebihi angka nasional sebesar 8,1%. Merujuk pada kesehatan gigi dan mulut anak, data penjaringan kesehatan anak sekolah SD/MI di Kota Bandung tahun 2014 dari Dinas Kesehatan Kota Bandung menunjukkan permasalahan gigi berlubang sebesar 64%. Melihat data-data tersebut, upaya promotif dan preventif penting untuk dilakukan agar dapat mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut sejak dini. Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran menjelaskan, “Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi pola menyikat gigi yang benar, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan melalui pelayanan kesehatan gigi sederhana yang diberikan secara gratis. Dengan demikian BKGN yang terselenggara secara berkesinambungan di RSGM FKG Unpad dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Kota Bandung agar senantiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut.”
Dalam pelaksanaan BKGN tahun ini, RSGM FKG Unpad menyediakan fasilitas dental unit sebanyak 115 buah dengan sekitar 314 tenaga kesehatan gigi meliputi dokter gigi, dokter gigi spesialis, residen, koas dan mahasiswa, perawat dan tenaga administrasi, yang akan memberikan pelayanan kesehatan gigi yang diperuntukkan bagi sekitar 900 orang masyarakat Kota Bandung. Mengangkat tema ‘Gigi Sehat, Badan Kuat, Penyakit Minggat’, kegiatan ini memberikan pelayanan khusus pada lingkungan dalam dan sekitar kampus, termasuk panti asuhan, panti jompo dan pesantren. Selama lebih dari 81 tahun berada di tengah masyarakat Indonesia, Unilever melalui Pepsodent, secara konsisten telah melakukan upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Hal ini juga merupakan implementasi dari strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP), yaitu menumbuhkan bisnis dua kali lipat seraya mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan meningkatkan manfaat positif untuk masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan adalah melalui edukasi terus menerus untuk menyikat gigi sehari dua kali pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. “Pepsodent percaya bahwa manfaat yang telah disebarluaskan BKGN memiliki dampak jangka panjang yang berujung pada kebiasaan baik yang sederhana untuk merawat, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut. Terbukti sebesar 98% merasa puas dengan pelayanan di BKGN dan sebesar 81%, berjanjiakan secara rutin melakukan pemeriksaan gigi. Hal ini menunjukan bahwa kebiasaan perilaku sehat dan edukasi yang diajarkan di BKGN meningkatkan keinginan peserta untuk mengunjungi dokter gigi di masa yang akan datang,” tutup Mirah . (Dudy Supriyadi)
Guna mengetahui manfaat penyelenggaraan BKGN bagi masyarakat luas, Pepsodent telah menyelenggarakan survei pada BKGN tahun 2014 di 6 kota. “Dari survei yang kami lakukan, perilaku hidup sehat terutama di generasi muda sudah menjadi bagian dari keseharian hidup, terlihat dari kebiasaan menyikat gigi yang sudah baik. Sebanyak 63% mengaku telah menggosok gigi sebanyak dua kali sehari, bahkan 23% diantaranya menyikat gigi sebanyak tiga kali sehari,” ujar drg. Ratu Mirah Afifah GCClinDent., MDSc, Head of Professional Relationship Oral Care, PT Unilever Indonesia Tbk. Selain itu, hasil survei juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pengunjung BKGN (55%) pernah mengalami sakit gigi, tetapi banyak pula yang belum pernah ke dokter gigi. Alasan utama yang mendorong hal ini adalah anggapan biaya pemeriksaan gigi yang mahal atau tidak merasa perlu ke dokter gigi secara rutin. “Walaupun demikian, kami sangat senang karena BKGN mampu menarik minat masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan giginya. Buktinya, 24% dari responden adalah partisipan dari BKGN tahun sebelumnya dan 33% responden yang sudah lebih dari 1 tahun tidak memeriksakan kondisi kesehatan giginya mendapatkan pemeriksaan gigi di BKGN lalu. Kami harap, makin banyak masyarakat Indonesia yang menyikat gigi di waktu yang benar dan memeriksakan dirinya ke dokter gigi secara rutin,” ujar Mirah.
Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan gigi dan mulut, BKGN yang telah memasuki tahun keenam penyelenggaraan terus memperluas jangkauan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat Indonesia. Terdapat 25 PDGI cabang yang didukung oleh sekitar 1.250 dokter gigi di seluruh Indonesia yang akan berpartisipasi untuk menyukseskan BKGN 2015. Sudah menjadi tugas PDGI untuk terus membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, utamanya pada masalah kesehatan gigi melalui edukasi, pengabdian dan penelitian. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, persentase permasalahan gigi dan mulut di Jawa Barat mencapai 28% atau lebih tinggi dari persentase angka nasional yang sebesar 25,9%. Padahal, keterjangkauan/kemampuan untuk mendapatkan pelayanan dari tenaga medis gigi/EMD (effective medical demand) di Jawa Barat adalah 9,4%, sedikit melebihi angka nasional sebesar 8,1%. Merujuk pada kesehatan gigi dan mulut anak, data penjaringan kesehatan anak sekolah SD/MI di Kota Bandung tahun 2014 dari Dinas Kesehatan Kota Bandung menunjukkan permasalahan gigi berlubang sebesar 64%. Melihat data-data tersebut, upaya promotif dan preventif penting untuk dilakukan agar dapat mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut sejak dini. Dr. Nina Djustiana, drg., M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran menjelaskan, “Upaya yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi pola menyikat gigi yang benar, yakni pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan melalui pelayanan kesehatan gigi sederhana yang diberikan secara gratis. Dengan demikian BKGN yang terselenggara secara berkesinambungan di RSGM FKG Unpad dapat dijadikan sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat di Kota Bandung agar senantiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut.”
Dalam pelaksanaan BKGN tahun ini, RSGM FKG Unpad menyediakan fasilitas dental unit sebanyak 115 buah dengan sekitar 314 tenaga kesehatan gigi meliputi dokter gigi, dokter gigi spesialis, residen, koas dan mahasiswa, perawat dan tenaga administrasi, yang akan memberikan pelayanan kesehatan gigi yang diperuntukkan bagi sekitar 900 orang masyarakat Kota Bandung. Mengangkat tema ‘Gigi Sehat, Badan Kuat, Penyakit Minggat’, kegiatan ini memberikan pelayanan khusus pada lingkungan dalam dan sekitar kampus, termasuk panti asuhan, panti jompo dan pesantren. Selama lebih dari 81 tahun berada di tengah masyarakat Indonesia, Unilever melalui Pepsodent, secara konsisten telah melakukan upaya meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia. Hal ini juga merupakan implementasi dari strategi Unilever Sustainable Living Plan (USLP), yaitu menumbuhkan bisnis dua kali lipat seraya mengurangi dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan dan meningkatkan manfaat positif untuk masyarakat. Adapun upaya yang dilakukan adalah melalui edukasi terus menerus untuk menyikat gigi sehari dua kali pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur dan kontrol ke dokter gigi minimal 6 bulan sekali. “Pepsodent percaya bahwa manfaat yang telah disebarluaskan BKGN memiliki dampak jangka panjang yang berujung pada kebiasaan baik yang sederhana untuk merawat, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut. Terbukti sebesar 98% merasa puas dengan pelayanan di BKGN dan sebesar 81%, berjanjiakan secara rutin melakukan pemeriksaan gigi. Hal ini menunjukan bahwa kebiasaan perilaku sehat dan edukasi yang diajarkan di BKGN meningkatkan keinginan peserta untuk mengunjungi dokter gigi di masa yang akan datang,” tutup Mirah . (Dudy Supriyadi) 




























