Walikota Bandung Wajibkan Tiap Anak SMA Ikut Karta

Bandung, Obsessionnews - Walikota Bandung Ridwan Kamil berharap sistem keanggotaan Karang Taruna (Karta) ke depan harus diseting secara baik. “Saya inginnya mewajibkan setiap anak SMA dan SMK untuk mengikuti karang taruna,” ujarnya saat menerima Karang Taruna Kota Bandung di Balaikota, Jumat (30/10). Ridwan menjelaskan, nantinya gagasan tersebut akan disinkronisasi dengan nilai raport di sekolah. Jadi, selain di Bandung ada Indeks Kebahagiaan (IK) untuk ukuran kebahagiaan warga masyarakat, nanti ada juga indeks kemasyarakatan yang menjadi ukuran sejauh mana masyarakat khususnya pemuda aktif dalam nilai-nilai kemasyarakatan. “Jadi berapa banyak nilai-nilai sosialnya dia aktif, aktif di pengajian, karang taruna dan sebagainya. Semakin banyak nilainya, dia mahluk sosial yang indeksnya paling tinggi,” gagasnya. Menurut Ridwan Kamil, ada empat nilai fundamental kepemudaan Karang Taruna (Karta) yang harus dijadikan dasar untuk bergerak ke arah perubahan Kota Bandung yaitu, cerdas, kreatif, mandiri dan peduli yang terangkum dalam sebuah konsep yang disebut Karta Masagi. “Karta itu harus cerdas maka dalam program kerjanya updgrade pengetahuan politik dan ekonomi, undang tokoh- tokoh dunia rutinkan untuk memberikan pencerahan,” tuturnya.
Kedua, lanjutnya, Karta haruslah kreatif, termasuk di dalamnya sudah tekandung solusi-solusi yang sifatnya praktis jadi terasa kebermanfaatannya karena nyata dan tidak hanya pintar bicara. Ketiga, Karta Mandiri Ridwan menginginkan agar Karta ini tidak hanya sebatas mengajukan proposal akan tetapi bagaimana caranya Karta mampu begerak secara mandiri dan Karta masagi yang keempat adalah peduli. “Perbedaan karang taruna dengan kelompok masyarakat lainnya adalah hanya wilayah, karang taruna punya struktur wilayah dan itu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lain,” ujarnya. Sementara itu Ketua Karang Taruna Kota Bandung Fiki Chiraka Satari mengatakan posisi karang taruna ini merupakan salah satu kontruksi strategis isu sosial dan isu pembangunan kota. “Posisi Karta saat ini sudah banyak difasilitasi oleh pemerintah kota, termasuk dalam program andalan PIPPK,” ujarnya. Fiki mengatakan Karta berupaya terus melakukan pemberdayaan kreatifitas, produktif dan mandiri. Fiki menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan kondisi Karta di wilayah. Sebagai tindak lanjut hasil pemetaan tersebut akan dijadikan dasar untuk masuk ke level strategis yakni tahap konsolidasi dan sosiliasi secara masif keorganisasian di tingkat Kecamatan dan kewilayahan. Hal itu menjadi dasar melakukan penyebaran program-program Karta Bandung. (Dudy Supriyadi)
Kedua, lanjutnya, Karta haruslah kreatif, termasuk di dalamnya sudah tekandung solusi-solusi yang sifatnya praktis jadi terasa kebermanfaatannya karena nyata dan tidak hanya pintar bicara. Ketiga, Karta Mandiri Ridwan menginginkan agar Karta ini tidak hanya sebatas mengajukan proposal akan tetapi bagaimana caranya Karta mampu begerak secara mandiri dan Karta masagi yang keempat adalah peduli. “Perbedaan karang taruna dengan kelompok masyarakat lainnya adalah hanya wilayah, karang taruna punya struktur wilayah dan itu yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lain,” ujarnya. Sementara itu Ketua Karang Taruna Kota Bandung Fiki Chiraka Satari mengatakan posisi karang taruna ini merupakan salah satu kontruksi strategis isu sosial dan isu pembangunan kota. “Posisi Karta saat ini sudah banyak difasilitasi oleh pemerintah kota, termasuk dalam program andalan PIPPK,” ujarnya. Fiki mengatakan Karta berupaya terus melakukan pemberdayaan kreatifitas, produktif dan mandiri. Fiki menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemetaan kondisi Karta di wilayah. Sebagai tindak lanjut hasil pemetaan tersebut akan dijadikan dasar untuk masuk ke level strategis yakni tahap konsolidasi dan sosiliasi secara masif keorganisasian di tingkat Kecamatan dan kewilayahan. Hal itu menjadi dasar melakukan penyebaran program-program Karta Bandung. (Dudy Supriyadi) 




























