Kartini HMI Minta Kandidat Lakukan Politik Sehat

Kartini HMI Minta Kandidat Lakukan Politik Sehat
Jakarta, Obsessionnews - Jelang pelaksanaan Kongres ke-29 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Pekanbaru situasi politik di internal HMI semakin memanas. Black campaign mulai bertebaran di tengah-tengah para kandidat calon Ketua PB HMI yang dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Menanggapi adanya berbagai isu kampanye hitam yang menyerang sejumlah kandidat yang muncul, Endah Cahya Immawati yang juga salah satu calon kandidat Ketua Umum PB HMI ini menilai, black campaign sebagai cara kampanye yang seharusnya tidak ada dalam menyambut Kongres 29 HMI "Saya menyayangkan adanya isu-isu black campaign menyambut kongres. Terlebih di tubuh HMI. Menang dan kalah dalam dinamika demokrasi itu lumrah, jadi janganlah terlampau berlebihan. Kalau punya tujuan yang baik untuk HMI ini, gunakankah cara yang baik pula," kata Endah di Jakarta, Minggu (1/11/2015). Kartini HMI, sapaan akrab Endah Cahya Immawati di kalangan kader-kader HMI ini juga menyampaikan, agar pihak-pihak yang terkena fitnah atau isu black campaign bisa menahan diri. Tidak merespon isu black campaign secara berlebihan. Sebab, itu hanya akan menambah citra buruk HMI sebagai organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia. "Saya berharap, teman-teman yang terkena fitnah bisa menahan diri. Tidak meresponnya secara berlebihan. Kita tidak ingin menyambut kongres justru ada yang berurusan dengan aparat yang berwajib karena unsur fitnah," tambahnya Perempuan yang dikenal idealismenya sebagai aktifis ini juga menegaskan akan memaafkan apabila ada pihak-pihak yang melakukan fitnah terhadap dirinya. Menurutnya, pemberian maaf tersebut sebagai wujud kepedulian menjaga kondusifitas menyambut kongres sekaligus memberikan pembelajaran politik sehat dan produktif. "Secara pribadi, jika ada yang menfitnah saya, pasti saya maafkan. Saya maju sebagai kandidat ingin HMI ke depan lebih baik. Jadi saya pun harus memberikan pembelajaran politik yang sehat kepada keluarga besar HMI. Sekali lagi, saya memaafkan dan saya melarang tim pemenangan saya melakukan black campaign yang sama," tegasnya. Endah yang juga Ketua PB Korps HMI Wati (KOHATI) ini menuturkan, Kongres HMI adalah puncak kegiatan HMI tertinggi yang melibatkan pengurus HMI di seluruh Indonesia. Tujuannya, untuk mencari ketua umum yang mampu mengemban visi HMI yaitu, terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab. Karena itu, Endah mengajak forum Kongres HMI dijadikan sebagai wadah bagi kader HMI untuk belajar berorganisasi dengan baik sesuai dengan ketentuan AD/ART organisasi. Tentunya, lanjut Endah, pertarungan ide dan gagasan jauh lebih penting dibanding sibuk menyebar fitnah atau kampanye hitam. "Jadikan kongres sebagai konsolidasi gagasan, ide, kelembagaan dan gerakan HMI, serta proses transisi kepemimpinan yang berintegritas dan berkualitas, maka ini menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga kongres agar berjalan dengan lancar dan berkualitas," terangnya. Sebelumnya, perempuan asal Cilacap ini adalah alumnus di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Karir Endah di HMI dimulai dengan mengikuti Latihan Kader tingkat I HMI Fakultas Ushuluddin. Di HMI Endah pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Komisariat Fakultas Ushuluddin tahun 2004, yang dilanjutkan menjadi Ketua Umum Komisariat pada tahun 2005. (Albar)