Calon Walikota Depok Lakukan Promosi di UI

Depok, Obsessionnews - Melalui sosialisasi pemilih pemula yang diselenggarakan Rock the Vote Indonesia and Political Party FISIP Universitas Indonesia (UI) bekerjasama dengan KPU Kota Depok, Calon Walikota Depok nomor urut satu, Dimas, mengatakan ada tiga alasan penting anak muda ikut pemilihan umum. Pertama, ada program atau agenda yang sesuai dengan kepentingan anak muda. Kedua, ada figur, tokoh atau kandidat yang merepresentasikan anak muda. Ketiga, banyak orang-orang tim sukses kandidat, corong guru dan sebagainya yang membantu untuk mendukung yang diasosiasikan sehingga anak muda mendukung calon tertentu menjadi andoser-andoser. "Alhamdulillah, di pemilihan walikota Depok ada yang merepresentasikan anak muda," ucapnya di sela-sela acara perkenalan calon walikota Depok, di UI, Minggu (1/11/2015). Menurutnya, pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember nanti tidak ada alasan anak muda di Kota depok tidak terlibat berpartisipasi untuk ke TPS dan memilih kandidat. "Saya dan kang Babai ingin mengajak anda semua untuk bermimpi kita gantungkan cita-cita kita setinggi langit untuk membuat depok lebih baik lagi," tuturnya.
Sedangkan wakilnya, Kang Babai mengungkapkan pentingnya hadir dalam pesta demokrasi 9 Desember nanti karena keprihatinannya terhadap fenomena yang menimpa anak Muda Depok yang perlu diatasi. Memang tak bisa di pungkiri berdasarkan kasus pelecehan anak versi KPAI 2014 Depok menduduki urutan tiga pelecehan seksual di Indonesia. Bukan saja itu kata kang Babai, perkelahian antar anak muda di Depok penting untuk segera di akhiri. " Perkelahian anak muda di Depok sangat sadis di Indonesia, dalam tiga tahun berturut-turut satu mati dibunuh oleh pelajar itu sendiri, tahun ini dari SMK Sawangan 1 orang mati di bunuh di bantai oleh SMK swasta di kotanya," bebernua. Selain itu kurangnya fasilitas dan program untuk anak-anak pelajar dan pemuda makanya tak heran juga kata dia di rumah tahanan Depok mayoritas yang dipenjara di sana anak muda karena kasus narkoba. "Makanya kita setuju dengan Mas Dimas kita harus memberikan peluang kesempatan kepada anak-anak muda kita," harapnya.
Di depan ratusan siswa SMA /SMK Babai mengatakan Depok minim fasilitas untuk mengepresikan diri misalnya tidak ada penyediaam sport center, tidak ada gelanggang olah raga yang jadi kebanggaan anak-anak muda pelajar dan masyarakat kota Depok, tidak ada ajang yang memberikan reaword kepada anak-anak muda supaya anak muda dan para pelajar bangga menjadi pelajar di kota depok. "Itu tidak ada semua," pungkasnya. "Makanya tanggung jawab pemerintah depok kedepan bagaimana menyiapkan fasilitas bagi anak-anak muda kita, dengan mengadakan fasilitas gelanggan olah raga atau sport center kemudian gedung kesenian, alun-alun kota yang menjadi sebuah ajang pertemuan interaksi komunikasi anak muda yang ada di kota Depok hingga terhindar dari itu semua. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah arah pendidikan kota Depok yang harus menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa," cerahnya.
Lebih lanjut Kang Babai menilai salah satu penyebab meningkatnya pelajar terlibat kasus narkoba atau pelecehan anak 2011-2015 di Kota Depok karena faktor kurangnya penanaman pemahaman agama terhadap pelajar di Kota Depok. "Maka kedepan perlu menanamkan nilai-nilai Ketuhanan pada diri kita, muda mudahan kita dapat perbaiki bersama-sama," yakinnya. Di acara puncak rangkaian kegiatan Rock The Vote Indonesia dalam rangka pilkada serentak 9 Desember 2015 itu tidak di hadiri pasangan calon nomor urut dua, padahal sebelumnya sudah konfirmasi akan menghadiri acara. Acara ini juha dibuka Presiden Direktur Center for Election and Political Party University Link (CEPP) Chusnul Mari'iyah, Direktur CEPP FISIP UI Reni Suwarso dan Ketua KPU Kota Depok Titik Nur Hayati. Turut hadir pula Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad, Ketua DPRD Depok, serta para guru-guru. Selain itu 500 pemuda dari kalangan mahasiswa, pelajar SMA/SMK, beragam anak komunitas Depok, seperti Komunitas Pecinta Sugar Glide Indonesia, Musang Lovers Depok, Gerakan Muda Depok, Depok Magician, dan Abang Mpok Depok turut berpartisipasi. (Asma)
Sedangkan wakilnya, Kang Babai mengungkapkan pentingnya hadir dalam pesta demokrasi 9 Desember nanti karena keprihatinannya terhadap fenomena yang menimpa anak Muda Depok yang perlu diatasi. Memang tak bisa di pungkiri berdasarkan kasus pelecehan anak versi KPAI 2014 Depok menduduki urutan tiga pelecehan seksual di Indonesia. Bukan saja itu kata kang Babai, perkelahian antar anak muda di Depok penting untuk segera di akhiri. " Perkelahian anak muda di Depok sangat sadis di Indonesia, dalam tiga tahun berturut-turut satu mati dibunuh oleh pelajar itu sendiri, tahun ini dari SMK Sawangan 1 orang mati di bunuh di bantai oleh SMK swasta di kotanya," bebernua. Selain itu kurangnya fasilitas dan program untuk anak-anak pelajar dan pemuda makanya tak heran juga kata dia di rumah tahanan Depok mayoritas yang dipenjara di sana anak muda karena kasus narkoba. "Makanya kita setuju dengan Mas Dimas kita harus memberikan peluang kesempatan kepada anak-anak muda kita," harapnya.
Di depan ratusan siswa SMA /SMK Babai mengatakan Depok minim fasilitas untuk mengepresikan diri misalnya tidak ada penyediaam sport center, tidak ada gelanggang olah raga yang jadi kebanggaan anak-anak muda pelajar dan masyarakat kota Depok, tidak ada ajang yang memberikan reaword kepada anak-anak muda supaya anak muda dan para pelajar bangga menjadi pelajar di kota depok. "Itu tidak ada semua," pungkasnya. "Makanya tanggung jawab pemerintah depok kedepan bagaimana menyiapkan fasilitas bagi anak-anak muda kita, dengan mengadakan fasilitas gelanggan olah raga atau sport center kemudian gedung kesenian, alun-alun kota yang menjadi sebuah ajang pertemuan interaksi komunikasi anak muda yang ada di kota Depok hingga terhindar dari itu semua. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah arah pendidikan kota Depok yang harus menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa," cerahnya.
Lebih lanjut Kang Babai menilai salah satu penyebab meningkatnya pelajar terlibat kasus narkoba atau pelecehan anak 2011-2015 di Kota Depok karena faktor kurangnya penanaman pemahaman agama terhadap pelajar di Kota Depok. "Maka kedepan perlu menanamkan nilai-nilai Ketuhanan pada diri kita, muda mudahan kita dapat perbaiki bersama-sama," yakinnya. Di acara puncak rangkaian kegiatan Rock The Vote Indonesia dalam rangka pilkada serentak 9 Desember 2015 itu tidak di hadiri pasangan calon nomor urut dua, padahal sebelumnya sudah konfirmasi akan menghadiri acara. Acara ini juha dibuka Presiden Direktur Center for Election and Political Party University Link (CEPP) Chusnul Mari'iyah, Direktur CEPP FISIP UI Reni Suwarso dan Ketua KPU Kota Depok Titik Nur Hayati. Turut hadir pula Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad, Ketua DPRD Depok, serta para guru-guru. Selain itu 500 pemuda dari kalangan mahasiswa, pelajar SMA/SMK, beragam anak komunitas Depok, seperti Komunitas Pecinta Sugar Glide Indonesia, Musang Lovers Depok, Gerakan Muda Depok, Depok Magician, dan Abang Mpok Depok turut berpartisipasi. (Asma) 




























