Perubahan Struktur DPP Golkar Setelah SK Menkumham Turun

Jakarta, Obsessionnews - Pasca adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan permohonan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, maka konflik di internal Golkar sudah mulai menemukan titik terang. Sebab, putusan MA semakin menguatkan bahwa Golkar hasil Munas Bali adalah yang sah. Wacana rekonsiliasi pun kembali menguat. Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dibeberapa kesempatan mengatakan, bahwa keputusan MA menjadi kemenangan bersama Partai Golkar. Ia pun berjanji akan mengakomodir pihak yang kalah dengan melakukan kembali perombakan pengurus di tingkat DPP. Wakil Sekjen Partai Golkar versi Munas Bali, Ridwan Hisjam mengakui memang ada wacana perombakan pengurus di tingkat DPP. Namun, hal itu baru bisa dilakukan setelah ada Surat Keputusan MA yang mengesahkan Partai Golkar hasil Munas Bali. Kubu Agung pun akan diakomodir. "Kan harus ada SK Mennkumham dulu, baru ada perubahan, dan juga akan ada rekonsiliasi kubu Ancol yang dimasukkan dalam DPP Partai Golkar," kata Ridwan saat dihubungi, Sabtu (31/10/2015). Hanya saja Ridwan memprediksi kubu Agung tidak diberikan posisi strategis dalam perubahan struktur nanti. Sebab terdengar kabar Idrus Marham akan diganti dari jabatanya sebagai Sekjen Golkar. Namun, kata Ridwan, posisi Sekjen tidak mungkin diberikan kepada kubu Agung. "Itu hal yang tidak mungkin," katanya. Wakil Ketua Komisi X DPR RI, menjelaskan semua kembali kepada keputusan Ketua Umum Aburizal Bakrie. Ia melanjutkan, kalau nanti ada perubahan struktur setelah SK Menkumham turun. Maka mekanismenya bisa melalui rapat Pleno DPP atau bisa melalui Rapimnas DPP Partai Golkar. Berdasarkan informasi ada beberapa nama yang disebut-sebut akan menggantikan Idrus sebagai Sekjen Golkar, diantaranya Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin, Wakil Sekjen Golkar, Ridwan Hisjam, Wakil Ketua Umum Nurdin Halid dan Fadel Muhammad yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Golkar. Aziz yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Golkar, kini digadang-gadang akan menjadi Sekjen. Ia adalah kader muda Golkar yang sebelumnya pernah berkiprah di KNPI. Sementara Ridwan adalah politisi yang sudah lama berproses di Golkar. Dia adalah mantan Ketua Pengurus DPD Golkar Jawa Timur. Dan saat ini Ridwan menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat Kosgoro Jawa Timur. Kosgoro adalah organisasi sayap Partai Golkar yang dikenal bisa menjembatani konflik yang terjadi di internal Partai Golkar antara kubu Aburizal dengan kubu Agung Laksono. (Albar)





























