Disebut Ada Rekayasa Rumah Singgah, Ini Penjelasan Istana

Jakarta, Obsessionnews - Presiden Joko Widodo dalam lawatannya ke Palembang, Sumatera Selatan, sempat mampir ke sebuah rumah singgah, khusus menampung bayi yang terpapar kabut asap, akibat kebakaran hutan dan lahan. Namun kabarnya, diduga rumah singgah itu cuma sengaja disulap dalam semalam, hanya buat dipamerkan kepada Jokowi. Menanggapi kabar tersebut Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana mengakui rumah singgah itu dibangun oleh aktivis CSO Sumsel dengan batuan individu individu nasional, setelah Presiden Jokowi menginstruksikan Kementerian Sosial untuk menyediakan rumah/evakuasi yang aman bagi korban asap terutama bayi dan anak anak. "Kalau tanggap darurat terutama untuk evakuasi warga terutama anak anak dan bayi memang dibuat dalam beberapa hari yang lalu sebelum Presiden berangkat ke Amerika Serikat," terang Ari saat dikonfirmasi, Sabtu (31/10/2015). Ari mengatakan rumah singgah yang dikunjungi Presiden Jokowi selain untuk melihat langsung bagaimana penanganan terhadap korban asap, tetapi juga sebagai apresiasi presiden atas dukungan dan langkah masyarakat turut memberikan bantuan kepada korban asap. "Sejalan dengan itu inisiatif di kalangan CSO juga muncul di Kalteng dan Sumsel untuk buat rumah/ruang evakuasi aman asap," lanjut dia. Menurut pengakuan warga di Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, rumah singgah itu baru didirikan beberapa jam sebelum dikunjungi Jokowi. Sebagian diantara mereka tidak pernah melihat ada rumah singgah itu sebelumnya. Bahkan pada satu hari menjelang kedatangan Jokowi. Warga mengaku terkejut rumah itu tiba-tiba disulap menjadi rumah singgah, dan dikunjungi presiden. Dari keterangan warga, rumah panggung berbahan kayu itu sebenarnya sudah lama tidak dihuni. Sebab sang pemilik, termasuk anggota keluarganya, sudah meninggal dunia. Beberapa bulan lalu, rumah itu dibeli seorang warga yang tinggal beberapa kilometer dari lokasi. (Has)





























