Inilah Misteri 3 Undangan Paripurna DPR RI

Inilah Misteri 3 Undangan Paripurna DPR RI
Jakarta, Obsessionnews - Lakhar Setjen DPR RI mengeluarkan jadwal acara Rapat DPR RI masa persidangan 1 tahun sidang 2015 - 2016 yang isinya adalah tentang Rapat Paripurna DPR RI yang akan dilaksanakan pada Jumat 30 Oktober 2015. Dalam surat itu disebutkan Paripurna akan membicarakan dua hal, yaitu: (1) Pembicaraan tingkat II pengambilan keputusan terhadap RUU tentang APBN tahun anggaran 2016, serta (2) Pidato Penutupan masa sidang I tahun sidang 2015 - 2016. Selanjutnya, Kamis 29 Oktober 2015, pukul 18.51 WIB beredar SMS dari Sejen DPR RI yang isinya merubah agenda Rapat Paripurna dari dua agenda menjadi 4 agenda, yaitu: (1) Pengambilan Keputusan tingkat II RUU APBN tahun anggaran 2016, (2) Penjelasan pengusul Hak Angket Kebakaran Hutan dan Lahan, (3) Pidato penutupan Masa Sidang I tahun sidang 2015 - 2016, serta (4) didahului pelantikan PAW DPR RI. Kamis 29 Oktober 2015 pukul 20.26 WIB beredar lagi SMS dari Setjen DPR RI yang meralat agenda Sidang Paripurna dari SMS sebelumnya menjadi: (1) Pengambilan keputusan tingkat II RUU APBN tahun anggaran 2016, (2) Interpelasi Kebakaran Hutan dan Lahan, ()3) Pidato penutupanMasa Sidang I tahun sidang 2015 – 2016, serta (4) didahului pelantikan PAW DPR RI. Anggota Fraklsi PDI-P DPR RI Adian Napitupulu SH yang juga aktivis heran, entah apa yang menyebabkan dalam 9 hari ada 3 perubahan agenda Paripurna. “Apakah ada kesalahan administrasi atau ada situasi darurat. Yang lebih mengherankan, di malam hari, 13 jam jelang Paripurna, dalam waktu 2 jam agenda Paripurna tiba2 berubah dari Penjelasan pengusul hak angket menjadi Interpelasi Kebakaran Hutan dan Lahan,” gugatnya. Ia pun mempertanyakan, ada apa dibalik gonta ganti agenda Paripurna 30 Oktober 2015. “Apakah perubahan itu sudah memenuhi prosedur yang berlaku dan memenuhi Kourum rapat Bamus atau tidak,” ungkapnya penuh tanda tanya. “Semoga itu bukan untuk kepentingan Rakyat atau kepentingan dan ambisi orang atau kelompok. Saya percaya Rakyat tidak bodoh,” paparnya mengingatkan. (Ars)