Hippi Ajak UKM Manfaatkan KUR Rp26 Triliun yang Belum Terserap

Hippi Ajak UKM Manfaatkan KUR Rp26 Triliun yang Belum Terserap
Bandung, Obsessionnews - Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) ajak pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu diungkapkan Ketum Hippi Jabar Dede Sumirto, Jumat (30/10), usai acara Sosialisasi/Dialog Meningkatkan Daya Saing pelaku UKM Dalam Menghadapi Asean Ekonomic Comunity 2015. "Kemarin itu Pa Wapres sempat marah, karena anggaran 30 triliun untuk KUR ternyata baru terserap 13%," ucap Dede. Ia menambahkan, pihaknya masih terus menunggu pelaku UKM untuk memanfaatkan hal tersebut, kendati syarat dan ketentuan berlaku. "Coba saja manfaatkan hal itu daripada sekarang pinjam ke Bank dengan pinjaman kredit biasa maka bunganya bisa mencapai 17 persen." Dede menyebutkan, jumlah UKM di Jabar mencapai 55,3 juta bidang usaha berdasarkan data BPS 2012.  jumlah tenaga kerja terserap 101,72 juta tenaga kerja (97,3 persen). UKM menurut Dede menyumbang pendapatan domestik bruto (pdb) 57,12 persen. Selain itu menyumbang devisa negara 27,700 Miliar. Menurutnya, MEA peluang pasar Asean 600 juta jiwa dari 10 negara dapat menjadi calon kunsumen, sementara pasar RI sekitar 240 juta jiwa (40%) dari total penduduk Asean. MEA akan membuka pasar untuk produk ekspor Asean, kemudahan mengakses modal investasi. Hippi-2 Disamping itu, lanjut dia, dampak buruknya kalah bersaing, banjir produk impor, spekulasi sektor keuangan sehingga hancur ekonomi negara, masuknya SDM yang handal akan menggeser SDM indonesia. "Permasalahan UKM  di indonesia adalah keterbatasan akses, pemahaman kesempatan untuk akses pasar, modal, kewirausahaan, kemampuan ekspansi usaha dan ekspansi pasar, masalah proses, biaya perijinan, biaya operasional usaha yang tinggi," paparnya. Menurut Dede, jumlah pengusaha di Indonesia 1,65 persen dari total penduduk, Thailand 3 persen, jepang 10 persen, China 10 persen dan AS 12 persen. Ia pun menyayangkan bantuan APBN 2016 untuk UKM hanya Rp1,6 triliun dan harusnya banyak lembaga keuangan yang memberikan pinjaman dengan bunga ringan. Ada Rp26 triliun KUR yang harus dihabiskan bagi pelaku UKM. Langkah penguatan peningkatan kualitas SDM pelatihan dan pendidikan, peningkatan modal dalam negeri untuk pengembangan UKM 5 persen dari APBN, pinjaman dengan bunga 6-9 persen. Dana dekonsentrasi untuk sosialisai program menjelang MEA jangan sampai tidak sukses. Sementara itu Kasubdit Masyarakat Ekonomi Asean Sumber Sinabutar mengingatkan para UKM agar tidak menggunakan bahan yang legal, seperti pengrajin furnitur, karena tidak sedikit negara yang ketat, terutama Eropa dan Afrika. "Jadi jangan sampai produksi kita ditolah negara lain karena permasalahan bahan baku. Sinabutar juga mewacanakan adanya Web yang dapat memberikan rasa nyaman dan mampu menjadi mediator pertemuan antara produsen dan konsumen. (Dudy Supriyadi)