Anak Pemulung Terpilih Sebagai Miss Thailand

Obsessionnews – Khanittha Phasaeng, 17 tahun, berasal dari keluarga miskin. Ibunya bekerja sebagai pemulung sampah. Phasaeng rajin membantu ibunya memilih sampah yang bisa didaur ulang. Meski tumbuh dari keluarga tak mampu, Phasaeng tak minder dalam pergaulan. Salah satu buktinya dia dengan percaya diri mengikuti kontes Miss Uncensored News Thailand 2015. Eh, tak dinyana anak pemulung itu menang! Dan namanya langsung melejit. [caption id="attachment_69986" align="alignnone" width="640"]
Khanittha Phasaeng mencium kaki ibunya yang berprofesi sebagai pemulung.[/caption] Peristiwa mengharukan ketika Phasaeng yang bermahkota Miss Uncensored News Thailand 2015 mencium kaki ibunya yang tengah berada di depan deretan tempat sampah. Ya, sungguh luar biasa! Gadis itu mengatakan, ia tidak malu memiliki seorang ibu yang bekerja sebagai pemulung. “Apa yang saya miliki sekarang semua itu berkat ibu saya. Dia mengajarkan saya untuk bekerja secara jujur, jadi tidak ada alasan untuk saya menutup-nutupinya,” tegas Phasaeng. Ya, berkat didikan sang ibu, Phasaeng menjadi wanita muda yang selalu optimistis, demi membuat keluarganya bahagia Dia melakukan banyak pekerjaan sampingan, termasuk memilih sampah yang telah dikumpulkan sang ibu. “Ketika juri mengumumkan saya pemenangnya itu seperti mimpi. Saya tidak percaya bahwa gadis miskin seperti saya bisa menjadi putri kecantikan,” cetusnya dengan wajah berseri-seri. (DailyMai/red/arh)
Khanittha Phasaeng mencium kaki ibunya yang berprofesi sebagai pemulung.[/caption] Peristiwa mengharukan ketika Phasaeng yang bermahkota Miss Uncensored News Thailand 2015 mencium kaki ibunya yang tengah berada di depan deretan tempat sampah. Ya, sungguh luar biasa! Gadis itu mengatakan, ia tidak malu memiliki seorang ibu yang bekerja sebagai pemulung. “Apa yang saya miliki sekarang semua itu berkat ibu saya. Dia mengajarkan saya untuk bekerja secara jujur, jadi tidak ada alasan untuk saya menutup-nutupinya,” tegas Phasaeng. Ya, berkat didikan sang ibu, Phasaeng menjadi wanita muda yang selalu optimistis, demi membuat keluarganya bahagia Dia melakukan banyak pekerjaan sampingan, termasuk memilih sampah yang telah dikumpulkan sang ibu. “Ketika juri mengumumkan saya pemenangnya itu seperti mimpi. Saya tidak percaya bahwa gadis miskin seperti saya bisa menjadi putri kecantikan,” cetusnya dengan wajah berseri-seri. (DailyMai/red/arh)




























